Pelatih legendaris asal Korea Selatan, Park Hang-seo, kembali mengejutkan kancah sepak bola Asia Tenggara. Setelah lebih dari tiga tahun tidak melatih, Park resmi menukangi Kanchanaburi Power FC, klub yang baru saja terdegradasi dari kasta tertinggi Liga Thailand. Keputusan ini menandai kembalinya pelatih berusia 68 tahun itu ke lapangan hijau dengan tantangan yang tidak mudah.
Pengumuman resmi dari Kanchanaburi Power FC pada Senin (25/5/2026) mengonfirmasi penunjukan Park Hang-seo. Ia dikontrak selama dua tahun, meskipun detail durasi kontrak tidak diungkapkan ke publik. Misi utamanya jelas: membawa tim berjuluk The Iron Horse ini kembali promosi ke Thai League 1 setelah terpuruk di dasar klasemen musim lalu.
Tantangan Berat di Thai League 2
Langkah Park Hang-seo menerima tawaran dari klub yang baru saja turun kasta ini terbilang berani. Kanchanaburi Power FC mengakhiri musim 2025/2026 dengan hasil mengecewakan, hanya mengoleksi 23 poin dari 30 pertandingan dan finis di posisi buncit. Kondisi ini memaksa mereka harus berkompetisi di Thai League 2 pada musim mendatang.
Sebelum memulai tugas barunya di Thailand pada Juli mendatang, Park Hang-seo akan menuntaskan kewajibannya sebagai Wakil Presiden Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) yang membidangi tim nasional. Ia dijadwalkan akan mendampingi delegasi Korea Selatan pada ajang Piala Dunia 2026 terlebih dahulu.
Membangun Fondasi Baru dengan Staf Korea Selatan
Tidak hanya mengandalkan reputasinya, Park Hang-seo juga bergerak cepat dalam membangun struktur kepelatihan. Ia membawa serta staf spesialis asal Korea Selatan untuk membangun fondasi jangka panjang bagi Kanchanaburi Power FC. Ini menunjukkan keseriusan Park dalam menghadapi tantangan berat untuk mengembalikan kejayaan klub.
Kanchanaburi Power FC sendiri merupakan klub yang baru berdiri sejak tahun 2017. Mereka sempat merasakan promosi ke kasta tertinggi setelah berhasil menembus babak play-off. Namun, debut mereka di Thai League 1 berantakan dengan pergantian pelatih hingga empat kali sepanjang musim, yang berujung pada degradasi.




