Satuan Samapta (Sat Samapta) Polres Gresik membubarkan aksi balap liar yang meresahkan warga di wilayah Manyar, Gresik, pada Sabtu (7/3/2026) dini hari. Dalam operasi tersebut, lima pemuda dan empat unit sepeda motor yang diduga terlibat diamankan petugas.
Pembubaran ini dilakukan sekitar pukul 02.20 WIB, menjelang waktu sahur di bulan Ramadhan, setelah kepolisian menindaklanjuti aduan masyarakat melalui layanan darurat 110. Laporan tersebut menyebutkan adanya aktivitas balap liar di area Betoyo, Manyar.
Respons Cepat Kepolisian
“Anggota Raimas Kalamunyeng Sat Samapta Polres Gresik dengan sigap langsung bergerak menuju lokasi yang dilaporkan,” ujar Kepala Satuan Samapta Polres Gresik, AKP Satriyono, pada Minggu (8/3/2026).
Setibanya di lokasi, petugas mendapati sejumlah pemuda yang diduga bersiap melakukan balap liar di jalanan. Beberapa di antaranya langsung kocar-kacir melarikan diri saat menyadari kehadiran petugas.
“Kegiatan tersebut tentunya sangat meresahkan masyarakat serta berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya,” tambah Satriyono, menegaskan bahaya dari aktivitas ilegal tersebut.
Lima Pemuda dan Empat Motor Diamankan
Tanpa menunggu lama, anggota Raimas Kalamunyeng segera mengambil tindakan dengan mengamankan para pemuda yang masih berada di lokasi untuk mencegah balap liar terjadi. “Ada 5 pemuda yang kami amankan saat berada di lokasi tersebut. Serta 4 sepeda motor yang tidak sesuai spek juga kami tindak,” ungkap Satriyono.
Para pemuda yang diamankan kemudian dibawa ke Markas Polres Gresik untuk diberikan pembinaan, imbauan terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta tindakan lebih lanjut sesuai prosedur yang berlaku.
Satriyono menjelaskan, kegiatan ini merupakan bentuk respons cepat kepolisian dalam menindaklanjuti laporan masyarakat. Ini juga menjadi upaya berkelanjutan untuk menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif di seluruh wilayah Kabupaten Gresik. Polisi juga mengimbau agar para pemuda tidak terlibat dalam aktivitas yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.




