Ratusan murid sekolah dasar di wilayah Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur, diduga mengalami keracunan makanan massal setelah mengonsumsi sajian dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Peristiwa yang terjadi pada Jumat, 8 Mei 2026 ini menyebabkan puluhan siswa harus menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit.
Dinas Kesehatan Catat Ratusan Laporan
Kepala Dinas Kesehatan Jakarta, Ani Ruspitawati, mengungkapkan bahwa hingga Sabtu, 9 Mei 2026, pihaknya telah menerima 252 laporan dari orang tua murid terkait dugaan keracunan tersebut. “Kasus dugaan keracunan pangan ini terjadi di sekolah-sekolah yang menerima layanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pulogebang,” jelas Ani.
Dari total laporan yang masuk, sebanyak 188 murid diketahui sempat mengakses layanan kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis. Mirisnya, 26 murid lainnya masih harus menjalani perawatan di beberapa rumah sakit di Jakarta Timur.
Penyebab Keracunan Masih Diselidiki
Dinas Kesehatan Jakarta hingga kini masih terus melakukan penyelidikan mendalam guna memastikan penyebab utama keracunan massal ini. Berdasarkan dugaan awal dari pemeriksaan fisik makanan, sajian pangsit tahu menjadi salah satu menu yang dicurigai sebagai sumber keracunan.
Namun, pihak Dinas Kesehatan belum dapat memastikan kandungan spesifik apa yang menyebabkan para siswa mengalami gejala keracunan. Hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan baru diperkirakan akan keluar pada Selasa, 12 Mei 2026.
Sejumlah Sekolah Terdampak
Kasus dugaan keracunan ini dilaporkan terjadi di beberapa sekolah dasar yang berada di kawasan Pulogebang dan Cakung. Adapun sekolah-sekolah yang terdampak meliputi:
- SD Negeri Cakung Timur 01
- SD Negeri Ujung Menteng 02
- SD Negeri Ujung Menteng 03
Sementara itu, hingga laporan ini dipublikasikan pada Minggu, 10 Mei 2026, pihak Badan Gizi Nasional (BGN) belum memberikan tanggapan resmi terkait kasus dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan murid di Cakung ini.




