Relawan Perempuan Idola mulai menyuarakan keprihatinan mereka terkait dugaan ketidakharmonisan antara Walikota dan Wakil Walikota Cirebon yang belakangan menjadi sorotan publik. Kelompok relawan ini berharap segera ada solusi konkret untuk membangun komunikasi yang lebih baik demi kemajuan pembangunan daerah.
Dinamika politik di Balaikota Cirebon ini sebelumnya juga memicu reaksi dari berbagai pihak, termasuk aksi unjuk rasa mahasiswa di Balaikota pada Kamis lalu. Kini, Relawan Perempuan Idola turut menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi yang berkembang.
Sorotan Relawan Perempuan Idola
Pembina Relawan Perempuan Idola, Jafarudin, menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima banyak keluhan dari para relawan. Keluhan-keluhan tersebut menyoroti beberapa isu krusial yang dianggap mengganggu jalannya roda pemerintahan di Kota Cirebon.
Salah satu isu utama adalah kurangnya komunikasi, menyusul adanya pernyataan dari Wakil Walikota yang merasa tidak dilibatkan dalam proses diskusi dan pengambilan kebijakan strategis. Selain itu, Relawan Perempuan Idola juga menilai bahwa perkembangan visi dan misi yang dijanjikan saat kampanye belum menunjukkan progres signifikan sesuai harapan masyarakat.
Pernyataan Sikap dan Harapan
Menyikapi kondisi tersebut, Relawan Perempuan Idola telah merumuskan beberapa poin pernyataan sikap yang akan disampaikan secara resmi. Mereka mendesak:
- Walikota untuk secara aktif melibatkan Wakil Walikota dalam setiap pengambilan kebijakan publik bagi masyarakat.
- Kedua pimpinan daerah untuk bersama-sama mengimplementasikan visi misi serta program pemerintah demi membangun Kota Cirebon yang lebih baik.




