Seorang pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Dyah Fatmi Asih, harus kehilangan pekerjaannya setelah unggahan status WhatsApp miliknya menuai kontroversi. Dyah dipecat usai menyindir penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai “rakyat jelata yang kurang bersyukur”.
Insiden ini bermula ketika Dyah mengunggah sebuah foto bersama rekan kerjanya yang sedang melakukan peregangan. Foto tersebut diunggah melalui status WhatsApp pribadinya pada Minggu, 15 Maret 2026, sekitar pukul 19.30 WIB. Namun, kalimat yang menyertai unggahan tersebut justru memicu kemarahan publik.
Dalam statusnya, Dyah menuliskan kalimat bernada sindiran, “Peregangan sik, sebelum menghadapi komentar rakyat jelata yang kurang bersyukur, ehhh.” Tangkapan layar unggahan ini dengan cepat menyebar luas di berbagai platform media sosial dan menjadi viral. Situasi semakin keruh setelah muncul video editan berbasis kecerdasan buatan (AI) yang turut memperkeruh perbincangan publik.
Koordinator SPPG Kabupaten Purbalingga, Mei Sandra, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengonfirmasi bahwa unggahan kontroversial itu dibuat oleh salah satu pegawai SPPG di Desa Tlahab Lor, Kecamatan Karangreja. “Postingan diunggah melalui status WhatsApp pada Minggu (15/3/2026) sekitar pukul 19.30 WIB dan langsung ramai dibicarakan sejak malam itu,” ujar Mei saat dikonfirmasi wartawan pada Selasa, 17 Maret 2026.



