Turnamen bulutangkis bergengsi All England 2026 Super 1000 yang dijadwalkan berlangsung pada 3-8 Maret mendatang, menghadapi sejumlah kendala signifikan. Konflik di Timur Tengah, khususnya yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel, dilaporkan berdampak langsung pada persiapan dan partisipasi beberapa atlet.

Salah satu bintang yang terdampak adalah tunggal putri andalan India, Pusarla Sindhu. Peraih medali Olimpiade tersebut dilaporkan terjebak di Dubai dan tidak dapat melanjutkan penerbangan menuju London, Inggris, lokasi penyelenggaraan All England 2026. Situasi ini tentu menjadi pukulan bagi Sindhu yang diharapkan tampil di ajang tersebut.

Selain itu, pasangan ganda campuran papan atas dunia asal Thailand, Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran, secara mengejutkan mengundurkan diri dari turnamen. Belum diketahui secara pasti alasan di balik keputusan mundur pasangan unggulan ketiga ini.

Pengunduran diri Dechapol/Supissara membawa implikasi pada jadwal pertandingan. Menurut laman resmi Federasi Bulutangkis Dunia (BWF), juara bertahan ganda campuran, Guo Xin Wa/Chen Fang Hui dari China, yang seharusnya menghadapi pasangan Thailand tersebut, kini akan bertanding melawan Wong Tien Ci/Lim Chiew Sien di babak pertama.

Persaingan di Nomor Lain dan Para Juara Bertahan

Meski diwarnai kendala, persaingan di nomor lain tetap menjanjikan. Di sektor tunggal putra, Shi Yu Qi dari China akan memulai upaya mempertahankan gelarnya dengan menghadapi Lakshya Sen dari India. Ini akan menjadi pertemuan keenam bagi kedua pebulutangkis, dengan Shi Yu Qi unggul 4-1 dalam rekor pertemuan sebelumnya.

Sementara itu, di nomor ganda putra, juara bertahan Kim Won Ho/Seo Seung Jae dari Korea Selatan akan menghadapi tantangan berat dari pasangan tuan rumah, Ben Lane/Sean Vendy.

Berikut adalah daftar juara bertahan All England di setiap nomor:

  • Tunggal Putra: Shi Yu Qi (China)
  • Tunggal Putri: An Se Young (Korea Selatan)
  • Ganda Putra: Kim Won Ho/Seo Seung Jae (Korea Selatan)
  • Ganda Putri: Nami Matsuyama/Chiharu Shida (Jepang)
  • Ganda Campuran: Guo Xinwa/Chen Fang Hui (China)

Dampak dari konflik geopolitik di Timur Tengah ini menunjukkan bagaimana peristiwa global dapat memengaruhi agenda olahraga internasional, termasuk turnamen sekelas All England Super 1000.