Pemerintah Aceh resmi meluncurkan Dashboard Peta Aksi dan Partisipasi Masyarakat untuk penanggulangan bencana melalui laman tanggapi.acehprov.go.id. Peluncuran sistem digital ini bertujuan mempercepat penanganan bencana dan melibatkan masyarakat dalam pelaporan kondisi lapangan secara real-time, guna mendukung koordinasi serta pengambilan keputusan yang lebih tepat sasaran.

Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, melakukan peluncuran di Gedung Serbaguna Sekretariat Daerah Aceh, Banda Aceh, pada Jumat, 27 Februari 2026. Dalam sambutannya, M. Nasir menegaskan bahwa kehadiran dashboard ini merupakan langkah strategis untuk membangun sistem penanggulangan bencana yang terintegrasi dan kolaboratif.

M. Nasir: Sinkronisasi Data Kunci Penanganan Bencana

“Tantangan utama dalam penanganan bencana selama ini bukan hanya pada kecepatan respons, tetapi juga pada sinkronisasi data dan koordinasi lintas sektor,” ujar M. Nasir dalam keterangan resmi.

Sistem digital ini dirancang untuk terhubung secara real-time, memungkinkan setiap kejadian terpetakan dengan cepat. Dengan demikian, kebutuhan di lapangan dapat teridentifikasi secara akurat, dan kebijakan dapat ditetapkan berdasarkan data yang terukur.

Dashboard tersebut mencakup enam klaster utama penanggulangan bencana, yaitu pencarian dan pertolongan, logistik, pengungsian, kesehatan, pendidikan, serta pemulihan dan rehabilitasi. Integrasi seluruh klaster dalam satu sistem terpadu ini diharapkan memudahkan pemantauan progres penanganan secara menyeluruh, sekaligus mengurangi risiko tumpang tindih informasi dan keterlambatan distribusi bantuan.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Kominsa) Aceh, Fauza Morisan, menjelaskan bahwa dashboard ini juga membuka ruang partisipasi publik yang lebih luas dan terstruktur. “Masyarakat dapat menyampaikan laporan kejadian secara cepat, yang langsung terdokumentasi dalam basis data kebencanaan,” kata Fauza. Hal ini, menurutnya, akan memperkuat pengambilan keputusan yang lebih responsif dan tepat sasaran.

Fauza menambahkan, sebelum resmi diluncurkan, sistem ini telah melalui serangkaian pengembangan teknologi, uji coba, simulasi, dan sosialisasi terbatas. Kegiatan tersebut melibatkan aparatur daerah serta relawan untuk memastikan platform siap digunakan di lapangan.

Peluncuran Dashboard Peta Aksi dan Partisipasi Masyarakat ini menegaskan komitmen Pemerintah Aceh dalam membangun tata kelola kebencanaan yang modern, transparan, dan akuntabel. Platform ini diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai inovasi digital, tetapi juga sebagai pusat kendali informasi kebencanaan daerah dan jembatan kolaborasi antara pemerintah, relawan, lembaga kemanusiaan, serta masyarakat luas. Dengan sistem yang semakin terkoordinasi dan partisipatif, Aceh optimistis memperkuat ketangguhan daerah menghadapi berbagai potensi bencana di masa mendatang.