Penumpukan sampah kembali menjadi pemandangan mengganggu di area Terminal Weru, Kabupaten Cirebon. Gunungan sampah rumah tangga yang menggunung di samping kantor Unit Pelaksana Uji Berkala Kendaraan Bermotor (UPUKB) Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cirebon ini menimbulkan bau menyengat dan meresahkan lingkungan sekitar.
Berbagai jenis sampah terlihat dibuang begitu saja, menyebabkan material mudah tersebar oleh angin. Kondisi ini memperparah dampak bau tak sedap yang terus menerus tercium di sekitar lokasi.
Pengangkutan Sampah yang Tidak Konsisten
Menurut Ujang, seorang pemulung yang telah beraktivitas di lokasi tersebut selama dua puluh tahun, jadwal pengangkutan sampah seharusnya dilakukan tiga kali dalam seminggu. Namun, ia mengeluhkan bahwa pelaksanaannya seringkali hanya dua kali seminggu.
Dengan jumlah tujuh petugas, sampah diangkut menggunakan empat belas gerobak dari dua Rukun Tetangga (RT) di sekitar terminal. Ujang menyebut, sampah yang menumpuk merupakan sampah warga dan area tersebut difungsikan sebagai tempat penampungan sementara.
Ia menambahkan, dalam sebulan terakhir, penumpukan sampah telah terjadi lebih dari satu bulan dan baru dua kali dikeruk. Kondisi ini menunjukkan adanya masalah serius dalam sistem pengelolaan sampah di area tersebut.
Ujang menilai, seharusnya sampah dikemas menggunakan karung agar tidak berceceran dan lebih mudah diangkut saat mobil pengangkut tiba. Ia juga menyoroti adanya “saling lempar tanggung jawab” yang menyebabkan penanganan sampah belum maksimal.
Belum Ada Solusi Permanen
Hingga Senin, 02 Maret 2026, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai solusi permanen untuk mengatasi penumpukan sampah di Terminal Weru. Warga sekitar berharap adanya perbaikan sistem pengangkutan dan penataan yang lebih baik agar kondisi serupa tidak terus berulang di masa mendatang.




