Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) memutuskan untuk tidak mengirimkan atletnya ke dua turnamen internasional yang rencananya digelar di Kuba dan Brasil pada Maret 2026. Pembatalan ini didasari oleh pertimbangan serius terkait situasi keamanan di Kuba dan ketidakpastian rute penerbangan.

Alasan Pembatalan: Keamanan dan Rute Penerbangan

Kepala Bidang Luar Negeri PBSI, Bambang Roedyanto, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan matang-matang beberapa faktor penting. Salah satunya adalah kondisi keamanan di Kuba yang dinilai sedang kurang kondusif.

Belakangan ini, hubungan antara Amerika Serikat dan Kuba memang sedang memanas. Bahkan, Presiden AS Donald Trump disebut-sebut telah memberi sinyal kemungkinan aksi militer ke negara Karibia tersebut setelah konflik dengan Iran selesai. Situasi geopolitik seperti itu tentu menjadi perhatian serius bagi PBSI demi menjaga keselamatan para atlet.

Selain faktor keamanan, kendala lain yang turut dipertimbangkan adalah belum adanya kepastian soal rute penerbangan transit, terutama yang harus melewati wilayah Timur Tengah.

“Kondisi keamanan di Kuba yang saat ini dinilai kurang kondusif. Selain itu hingga saat ini belum ada kepastian terkait beberapa opsi penerbangan transit melalui kawasan Timur Tengah,” jelas Bambang dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu (7/3/2026).

Sebelumnya, Indonesia sempat berencana ikut ambil bagian di ajang International Giraldilla 2026 yang digelar pada 10–15 Maret di Kuba, serta Brazil International Challenge 2026 pada 24–29 Maret di Brasil.

Dengan keputusan ini, PBSI akan mengarahkan para pemain untuk tampil di turnamen lain yang dianggap lebih aman dan lebih mendukung program latihan serta target prestasi ke depan. “Karena itu, PBSI memilih memfokuskan program pertandingan atlet pada turnamen lain yang lebih efektif untuk mendukung persiapan dan performa mereka,” pungkas Bambang.