Upacara pembukaan yang digelar pada 6 Februari 2026, telah memicu perdebatan sengit di media sosial. Sejumlah pengamat menuding adanya “simbol satanik” yang ditampilkan dalam acara tersebut, menimbulkan kontroversi di kalangan publik. Video-video dari upacara yang dihadiri oleh Wakil Presiden AS JD Vance dan istrinya, Usha Vance, beredar luas, memicu berbagai spekulasi. Hingga kini, Komite Olimpiade Internasional (IOC) belum memberikan komentar resmi terkait tuduhan tersebut.

Simbol yang Diperdebatkan

Kritik utama tertuju pada dugaan adanya simbol pentagram terbalik yang muncul di akhir upacara. Para kritikus menganggap simbol ini sebagai penampakan “simbol satanik” yang disengaja oleh penyelenggara. Unggahan di media sosial seperti X (sebelumnya Twitter) ramai dengan komentar yang menyoroti hal ini. Salah satu pengguna menulis, “Tentu saja kita mendapatkan pentagram satanik di dari kaum globalis iblis yang mencoba menghancurkan Barat. Mereka bahkan tidak berusaha menyembunyikannya.” Komentar lain menambahkan, “Lihatlah penyembahan terang-terangan terhadap pentagram yang membara ini, di upacara pembukaan Olimpiade. Mereka memainkan musik paduan suara seolah-olah itu adalah acara suci. Liberalisme selalu dipenuhi dengan Luciferian yang berpikir Setan adalah pahlawan yang berpikir Setan adalah pahlawan yang membawa pengetahuan kepada Adam dan Hawa.”

Konteks dan Penyangkalan

Meskipun tuduhan simbolisme satanik mengemuka, tidak ada bukti konkret yang mendukung klaim tersebut. Insiden serupa pernah terjadi pada Olimpiade Paris 2024, di mana sebuah video palsu mengklaim bahwa Gereja Setan berterima kasih kepada penyelenggara Olimpiade atas sebuah adegan kontroversial. Video tersebut merujuk pada adegan yang menyerupai lukisan “Perjamuan Terakhir” karya Leonardo da Vinci, yang memicu kemarahan kelompok Kristen dan berujung pada permintaan maaf dari penyelenggara Olimpiade.

Pelaksanaan Upacara Pembukaan

Upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin 2026 sendiri berlangsung di beberapa lokasi, yaitu San Siro di Milan, serta Livigno, Predazzo, dan jalan-jalan di Cortina d’Ampezzo. Ini merupakan kali pertama dalam sejarah Olimpiade, upacara pembukaan diselenggarakan di empat lokasi berbeda secara bersamaan, dengan tema “Armonia” (Harmoni) yang mencerminkan sifat terdistribusi dari Olimpiade ini. Acara ini menampilkan pertunjukan artistik yang menyoroti budaya Italia, termasuk penampilan dari penyanyi terkenal seperti Andrea Bocelli, Mariah Carey, dan Laura Pausini. Direktur kreatif upacara ini adalah Marco Balich, yang memiliki rekam jejak panjang dalam penyelenggaraan upacara Olimpiade. Upacara ini juga ditandai dengan penyalaan dua cauldron Olimpiade, satu di Milan dan satu lagi di Cortina d’Ampezzo, sebagai simbol harmoni antara kedua kota tuan rumah.

Protes dan Ketegangan Politik

Selain , upacara pembukaan juga diwarnai oleh protes. Sejumlah demonstran berkumpul di Milan untuk menentang kehadiran agen ICE (Immigration and Customs Enforcement) AS sebagai bagian dari tim keamanan Olimpiade. Walikota Milan, Giuseppe Sala, bahkan menyebut ICE sebagai “milisi yang membunuh” dan menyatakan bahwa mereka “jelas tidak diterima di Milan.” Protes juga meluas terkait dampak lingkungan dan krisis biaya hidup di Italia. Di tengah keramaian upacara, Wakil Presiden AS JD Vance sempat mendapat sorakan ejekan dari sebagian penonton.

Respon dan Harapan

Meskipun diwarnai kontroversi, survei yang dilakukan setelah upacara menunjukkan bahwa 90% responden menikmati acara tersebut, dan 70% menganggapnya sebagai upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin paling berkesan. Presiden IOC, Kirsty Coventry, dalam pidatonya menekankan kekuatan Olimpiade untuk menampilkan sisi terbaik kemanusiaan melalui keberanian, kasih sayang, dan semangat para atlet. Ia berharap Olimpiade ini dapat menjadi perayaan atas apa yang menyatukan kita dan menunjukkan sisi terbaik dari kemanusiaan.