MILANO CORTINA kembali mengukuhkan namanya dalam sejarah olahraga ski gaya bebas. Atlet berusia 22 tahun ini sukses meraih medali emas di nomor putri pada di Milano Cortina, Minggu (22/2/2026). Kemenangan ini tidak hanya menambah koleksi medalinya, tetapi juga menjadikannya atlet ski gaya bebas paling berprestasi sepanjang sejarah Olimpiade, baik putra maupun putri.

Gu mencatatkan skor tertinggi 94.75 pada run ketiganya, mengungguli rekan senegaranya, Li Fanghui, yang meraih medali perak dengan skor 93.00. Atlet Inggris, Zoe Atkin, melengkapi podium dengan medali perunggu setelah mencatatkan skor 92.50.

Ini merupakan medali emas kedua Gu di Olimpiade Musim Dingin 2026, setelah sebelumnya meraih perak di nomor slopestyle dan big air. Dengan tambahan emas ini, Gu kini mengoleksi total enam medali Olimpiade dari enam nomor yang pernah diikutinya di dua edisi Olimpiade Musim Dingin.

Rekor dan Prestasi Gemilang

Kemenangan ini menjadikan Gu sebagai atlet ski gaya bebas dengan medali terbanyak dalam sejarah Olimpiade. Ia telah melampaui rekor sebelumnya yang dipegang oleh atlet-atlet seperti Mikael Kingsbury dari Kanada dan Xu Mengtao dari .

Gu, yang lahir di San Francisco namun berkompetisi untuk Tiongkok, menyatakan kebanggaannya atas pencapaian tersebut. “Saya adalah ski gaya bebas paling berprestasi sepanjang masa, pria atau wanita. Itu adalah bukti kekuatan kompetitif, kekuatan mental. Itu adalah kemampuan untuk tampil di bawah tekanan. Itu tidak ada hubungannya dengan apakah Anda laki-laki atau perempuan,” ujarnya.

Sebelumnya, Gu telah meraih dua medali perak di Olimpiade Musim Dingin 2026, yaitu di nomor slopestyle dan big air. Ia juga meraih dua medali emas dan satu perak di Olimpiade Musim Dingin 2022 Beijing.

Tanggapan atas Tekanan dan Kritik

Gu sempat menanggapi pertanyaan wartawan yang menganggap medali peraknya sebagai “dua emas yang hilang”. Ia dengan santai menertawakan pertanyaan tersebut dan menyatakan bahwa perspektif tersebut “konyol”. Menurutnya, ia telah menampilkan ski terbaiknya dan melakukan hal-hal yang belum pernah dilakukan sebelumnya, yang baginya sudah lebih dari cukup.

“Memenangkan medali di Olimpiade adalah pengalaman yang mengubah hidup bagi setiap atlet. Melakukannya lima kali (total medali Olimpiade) secara eksponensial lebih sulit karena setiap medali sama sulitnya bagi saya, tetapi ekspektasi orang lain meningkat, bukan? Dan jadi situasi ‘dua medali hilang’, sejujurnya, menurut saya itu perspektif yang konyol untuk diambil,” ungkap Gu.

Atlet berusia 22 tahun ini juga mengungkapkan bahwa ia merasa memiliki dampak yang lebih besar di Tiongkok dibandingkan di Amerika Serikat, yang menjadi alasan utama keputusannya untuk berkompetisi mewakili Tiongkok.

Perjalanan Karier yang Menginspirasi

Eileen Gu memulai kariernya di Olimpiade Musim Dingin 2020 Lausanne Youth Olympics dengan meraih dua emas dan satu perak. Di Olimpiade Musim Dingin 2022 Beijing, ia menjadi juara termuda dalam ski gaya bebas setelah memenangkan medali emas di nomor big air dan halfpipe, serta perak di slopestyle.

Gu, yang juga seorang mahasiswi di Universitas Stanford, telah mengatasi cedera dan tuntutan akademis untuk mencapai puncak kariernya. Ia mengaku memasuki Olimpiade Musim Dingin 2026 dengan mentalitas baru dan rasa cinta yang diperbarui terhadap olahraga ski.