MILAN – Hari ke-15 Olimpiade Musim Dingin 2026 di Milano-Cortina, Sabtu (21/2/2026), menjadi puncak persaingan dengan digelarnya 10 nomor final yang memperebutkan medali emas terakhir. Hari yang dijuluki ‘Super Saturday‘ ini diprediksi akan mengubah peta kekuatan klasemen medali dunia olahraga musim dingin.
Jadwal Final Padat Penuh Drama
Kompetisi dimulai sejak pagi waktu Italia dengan nomor Bobsleigh 4-man yang memasuki Heat 1 dan 2. Pukul 09:45 CET, Freestyle Skiing akan menggelar final nomor Mixed Team Aerials. Puncak dari nomor ketahanan, Cross-Country Skiing Men’s 50km Mass Start Classic, akan dimulai pukul 10:00 CET, menguji batas fisik para atlet di lintasan pegunungan yang menantang.
Memasuki sore hari, Biathlon akan menyajikan final Women’s 12.5km Mass Start pada pukul 13:15 CET, diikuti oleh final Speed Skating Men’s & Women’s Mass Start pada pukul 14:00 CET. Malam hari akan diwarnai duel sengit di arena es, dimulai dengan final Curling Men’s Gold Medal Match pada pukul 18:05 CET, yang mempertemukan Kanada dan Britania Raya. Puncak keseruan akan hadir dari nomor Bobsleigh Two-woman Final (Run 4) pada pukul 19:30 CET, serta perebutan medali perunggu Ice Hockey Men’s Bronze Medal Match.
Persaingan Klasemen Medali Kian Memanas
Menjelang hari terakhir kompetisi, persaingan di puncak klasemen medali semakin ketat. Hingga Sabtu pagi, Norwegia masih memimpin dengan 17 emas, 10 perak, dan 10 perunggu (total 37 medali), namun Jerman terus menempel ketat. Amerika Serikat menempati posisi kedua dengan 10 emas, 12 perak, dan 7 perunggu (total 29 medali), diikuti tuan rumah Italia di peringkat ketiga dengan 9 emas, 5 perak, dan 13 perunggu (total 27 medali).
Nomor-nomor final hari ini berpotensi mengubah peta persaingan. Negara-negara Nordik diprediksi akan mendominasi di nomor 50km Cross-Country Skiing, sementara final Speed Skating Mass Start menjadi peluang besar bagi Belanda untuk memperbaiki posisinya di klasemen akhir. Final Curling putra juga diprediksi akan berlangsung sengit, memperlihatkan kekuatan Kanada dan Britania Raya.
Indonesia Absen di Panggung Musim Dingin
Meskipun Olimpiade Musim Dingin 2026 menyajikan tontonan olahraga kelas dunia, Indonesia tidak mengirimkan atletnya pada ajang kali ini. Keterbatasan sarana dan prasarana olahraga musim dingin menjadi kendala utama bagi atlet Indonesia untuk berlatih dan memenuhi standar kualifikasi.




