Meriam Bellina, aktris senior yang kerap dikenal piawai memerankan tokoh antagonis di layar kaca, ternyata memiliki sisi yang berbeda dalam kehidupan pribadinya. Khususnya saat menjalani perannya sebagai seorang ibu, ia menunjukkan pendekatan yang tenang dan penuh kasih.
Kini, di usia kepala enam, Meriam Bellina memetik hasil perjuangannya membesarkan kedua putranya seorang diri. Abel Poetra Abdy dan Nigel Philo Abdy kini telah tumbuh menjadi pria dewasa yang mandiri dan berpenampilan menarik. Perjalanan ini tentu tidak mudah, mengingat ia harus melewatinya tanpa pendamping hidup.
Pola Asuh ala Meriam Bellina: Sahabat bagi Anak
Dalam mendidik anak, Meriam Bellina memilih bersikap tenang dan menahan diri, alih-alih meluapkan emosi. Aktris kelahiran Bandung ini pernah dua kali menikah. Pernikahan pertamanya dengan Ferry Anggriawan pada 1987 berakhir dengan perceraian. Ia kemudian membangun rumah tangga bersama sutradara Adisoerya Abdy pada 1991.
Dari pernikahan kedua tersebut, Meriam dikaruniai dua putra, Abel Poetra Abdy dan Nigel Philo Abdy. Namun, rumah tangga itu juga berakhir pada 2001. Sejak saat itu, Meriam memutuskan untuk mencurahkan seluruh perhatiannya dalam membesarkan kedua anaknya. Statusnya sebagai ibu tunggal justru membuat kedekatannya dengan Abel dan Nigel semakin erat.
Dalam perbincangan bersama Maia Estianty di kanal YouTube MAIA ALELDUL TV, Meriam Bellina membagikan pola asuh yang diterapkannya. Ia mengaku tidak memilih pendekatan yang kaku, melainkan berusaha menjadi figur yang akrab dan terbuka, bahkan layaknya sahabat bagi anak-anaknya. Cara tersebut membuat hubungan mereka tetap hangat dan dipenuhi rasa saling percaya hingga kini.
“Aku sama anak-anak we are very close. Aku single mother, jadi semua-semuanya aku urusin sendiri. Sekolah aku tungguin, jemput sendiri, I don’t let the drivers do it,” kata Meriam Bellina.
Ia menambahkan, “Anak-anak cerita apapun ke aku. Aku punya pikiran mendingan (dengar) dari aku daripada dia dapetnya dari teman yang takutnya sesat.”
Menghadapi “Perang Dingin” dengan Anak Keras Kepala
Meski hubungan mereka terlihat harmonis, Meriam mengakui bahwa ia kerap mengalami “perang dingin” dengan putranya, terutama Abel sebagai anak sulung. Ia menyebutkan adanya kemiripan karakter antara dirinya dan Abel.
“Aku lahir hari Sabtu, dia juga Sabtu. Aku Aries, dia Aries. Jadi we are like kembar,” tutur Meriam. “Sering banget dalam hal prinsip kita berantem atau debat. Keras kepalanya buset dah!” tambahnya.
Peraih Piala Citra FFI 1984 itu mengaku memiliki cara tersendiri saat menghadapi konflik, yakni memilih diam atau menerapkan silent treatment. Ia lebih memilih menahan diri daripada meluapkan amarah kepada anaknya.
“Aku lebih milih diem aja. Daripada ending-nya aku mengucapkan kata-kata yang nggak bisa ditarik balik,” ujarnya bijak. “Biasanya kalau aku udah diem, anak-anak udah ‘Oh oh…’,'” tiru Meriam.
Biasanya, dalam waktu dua hingga tiga hari suasana kembali membaik, dan anak-anaknya yang lebih dulu mencairkan keadaan. “Anakku yang (minta maaf) duluan. Rata-rata lebih sering anakku,” tandasnya.




