Tajug Agung Pangeran Kejaksan, sebuah situs cagar budaya yang menjadi saksi bisu penyebaran Islam di Cirebon, masih berdiri kokoh hingga kini. Dibangun pada awal masa penyebaran Islam oleh Syekh Syarif Abdurrokhim sekitar tahun 1479-1480 Masehi, bangunan ini menyimpan sejarah panjang dan keunikan arsitektur.
Tajug Agung ini berlokasi strategis di Jalan Siliwangi, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon. Meskipun letaknya berada di dalam gang, keberadaannya tidak mengurangi nilai sejarah dan keunikan yang dimilikinya, baik dari segi bangunan maupun peninggalan-peninggalan berharga di dalamnya.
Keunikan Arsitektur dan Peninggalan Bersejarah
Pada bagian dalam Tajug Agung Pangeran Kejaksan, struktur aslinya masih dipertahankan dengan sangat baik. Pengunjung dapat melihat tiang-tiang penyangga yang terbuat dari kayu, serta hiasan piring-piring di dinding yang menunjukkan perpaduan khas arsitektur Tiongkok dan Arab. Selain itu, masih terdapat kulah atau sumur yang dulunya digunakan untuk bersuci sebelum beribadah, menunjukkan fungsi aslinya sebagai tempat ibadah.
Tajug Agung Pangeran Kejaksan terbagi menjadi dua bagian utama, yakni bagian dalam dan bagian luar masjid. Di setiap bagian, terdapat tiang-tiang penyangga dari kayu yang menjadi ciri khas bangunan kuno ini. Di bagian dalam, beberapa peninggalan dari Pangeran Kejaksan masih ada dan digunakan hingga saat ini, termasuk sebuah mimbar dan tombak yang secara khusus digunakan untuk pelaksanaan salat Idulfitri dan Iduladha.
Perawatan dan Harapan Masa Depan
Dengan usianya yang telah melampaui lima abad, Tajug Agung Pangeran Kejaksan tetap terawat dengan baik. Pemeliharaan rutin dilakukan secara konsisten oleh pengurus masjid dan warga sekitar, menunjukkan komitmen mereka dalam menjaga warisan budaya ini.
Pengurus Tajug Agung Pangeran Kejaksan sangat berharap agar bangunan cagar budaya ini mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah daerah. Dengan dukungan yang memadai, situs bersejarah ini diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu tujuan wisata religi unggulan di Kota Cirebon, menarik lebih banyak pengunjung untuk menelusuri jejak sejarah Islam di Nusantara.




