Sebuah masjid tua di Kelurahan Pasalakan, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, menyimpan jejak penyebaran Islam yang telah berlangsung sejak abad ke-14. Di kompleks bersejarah ini pula, bersemayam makam Syekh Syarif Abdurrohman Al-Usmani, seorang ulama yang diyakini sebagai pendiri masjid sekaligus tokoh sentral dakwah di wilayah pesisir Cirebon.
Masjid yang berdiri di tengah padatnya pemukiman masyarakat ini dikenal luas sebagai Masjid Al-Karomah Pasolehan atau Masjid Kramat Pasalakan. Nama “Pasolehan” sendiri berasal dari sebutan bagi orang-orang saleh yang pada masa lampau berkumpul dan mendampingi Syekh Syarif Abdurrohman dalam menyebarkan ajaran Islam. Seiring waktu dan pelafalan masyarakat setempat, “Pasolehan” lambat laun berubah menjadi “Pasalakan”, yang kini menjadi nama wilayah administratif kelurahan tersebut.
Berdasarkan tuturan pengelola, keberadaan masjid ini diperkirakan sudah ada sebelum runtuhnya Kerajaan Majapahit dan sebelum berdirinya Kesultanan Demak. Hal ini menunjukkan bahwa kawasan Pasalakan telah menjadi titik penting penyebaran Islam di pesisir Cirebon sejak akhir abad ke-14. Syekh Syarif Abdurrohman disebut-sebut diutus untuk berdakwah di wilayah yang pada masa itu masih sangat kental dengan tradisi dan kepercayaan lokal.
Masjid Kramat Pasalakan kemudian dikategorikan sebagai salah satu masjid keramat di Cirebon. Ciri khasnya antara lain mimbar kayu yang merupakan peninggalan masa awal, serta saka atau tiang penyangga utama masjid yang sekaligus menjadi penanda sejarah berdirinya masjid pertama yang dahulu berukuran lebih kecil dan sederhana.
Selain itu, area masjid juga menyatu dengan area makam Syekh Syarif Abdurrohman. Makam ini menjadi tujuan ziarah masyarakat, tidak hanya dari Cirebon tetapi juga dari berbagai daerah lain. Seiring berjalannya waktu, kawasan ini juga berkembang menjadi tempat pemakaman umum. Banyak warga memilih untuk dimakamkan di sekitar makam Syekh, dengan harapan dapat berdekatan dengan sosok wali yang sangat dihormati.
Setiap peringatan hari besar Islam, seperti Maulid Nabi dan bulan Ramadan, masjid ini selalu menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat. Suasana religius terasa sangat kuat, menyatukan sejarah panjang, tradisi yang lestari, dan kehidupan warga hingga saat ini.
Masjid Kramat Pasalakan tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, melainkan juga sebagai saksi bisu perjalanan panjang penyebaran Islam di Cirebon, yang terus dijaga dan dirawat oleh generasi ke generasi.




