Di tengah hiruk pikuk Desa Gamel, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, sebuah bangunan tua berdiri kokoh, menjadi saksi bisu perjalanan panjang penyebaran agama Islam di Tanah Jawa. Dikenal sebagai Masjid Kuno Gamel atau Masjid Nurul Karomah, tempat ibadah ini menyimpan jejak sejarah yang diperkirakan telah ada sejak abad kedelapan.
Menurut cerita tutur yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat, Masjid Nurul Karomah telah berdiri sejak masa awal penyebaran Islam. Pada periode tersebut, kawasan Desa Gamel merupakan permukiman kuno yang dikenal dengan nama Pegundukan Maja.
Pusat Pembinaan dan Dakwah Islam
Lebih dari sekadar tempat salat, Masjid Kuno Gamel pada masanya berfungsi sebagai pusat pembinaan bagi para penyebar agama. Di sinilah para pengikut diajarkan ilmu keagamaan sekaligus dilatih ketangkasan fisik, mempersiapkan mereka untuk misi dakwah yang lebih luas.
Sejarah lokal mengaitkan penyebaran Islam di wilayah Cirebon dengan sejumlah tokoh penting. Nama-nama seperti Ali bin Abdul Aziz, Syekh Subakir, hingga Syekh Maja dipercaya pernah berjuang menyebarkan ajaran Islam di kawasan yang kini menjadi lokasi masjid tersebut.
Arsitektur Akulturasi, Strategi Dakwah Lintas Budaya
Bangunan Masjid Nurul Karomah memiliki ciri khas arsitektur yang unik, masih memperlihatkan nuansa Hindu dan Buddha. Gaya ini bukan tanpa alasan, melainkan merupakan bagian dari strategi dakwah para ulama di masa lalu. Pendekatan ini bertujuan agar ajaran Islam lebih mudah diterima oleh masyarakat setempat yang kala itu masih sangat kental dengan pengaruh budaya Hindu dan Buddha.
Tradisi Rajaban: Warisan yang Terus Terjaga
Hingga kini, masyarakat di sekitar Masjid Kuno Gamel masih setia menjaga sejumlah tradisi lama. Salah satu yang paling menonjol adalah tradisi Rajaban. Dalam tradisi ini, warga secara sukarela menyumbangkan minyak tanah untuk menyalakan lampu-lampu masjid. Setelah pengajian, mereka juga membawa nasi kuning untuk disantap bersama, mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan.
Keberadaan Masjid Kuno Gamel tidak hanya menjadi penanda jejak sejarah penyebaran Islam di Cirebon, tetapi juga merupakan warisan budaya dan religius yang terus dilestarikan. Masjid ini menjadi simbol ketahanan tradisi dan keimanan yang diwariskan dari generasi ke generasi.




