Kota Cirebon, Jawa Barat, tak hanya dikenal dengan kekayaan kulinernya, namun juga menyimpan jejak sejarah dan religi yang memukau. Salah satu permata tersembunyi yang menarik perhatian adalah Masjid Merah Nurbuat di Kedung Menjangan, Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti.

Sesuai namanya, masjid ini didominasi nuansa merah yang mencolok, menjadikannya destinasi unik bagi para pelancong sejarah dan religi. Namun, keunikan Masjid Merah Nurbuat tak hanya terletak pada warnanya, melainkan juga pada perpaduan arsitektur yang kaya.

Perpaduan Tiga Budaya dalam Satu Bangunan Suci

Arsitektur Masjid Merah Nurbuat merupakan perpaduan harmonis antara unsur Cirebon, Tiongkok, dan Kudus. Hal ini terlihat jelas dari ornamen-ornamen khas yang menghiasi setiap sudut bangunan, menciptakan daya tarik visual yang kuat.

Masjid ini juga memiliki tiga pagoda yang sarat filosofi. Pagoda pertama melambangkan Putri Ong Tien, seorang tokoh Tiongkok yang menjadi istri Sunan Gunung Jati. Pagoda kedua merepresentasikan Syekh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati sendiri, sementara pagoda ketiga menjadi penanda dari Sunan Kudus. Ketiga pagoda ini tidak hanya mempercantik tampilan masjid, tetapi juga mengisahkan akulturasi budaya dan sejarah penyebaran Islam di Nusantara.

Filosofi Pilar dan Sistem Adzan Tradisional

Kekayaan makna di Masjid Merah Nurbuat tidak berhenti pada pagoda. Jumlah pilar penyangga masjid juga memiliki filosofi mendalam. Di bagian dalam, terdapat 17 pilar yang melambangkan jumlah rakaat salat wajib dalam sehari. Sementara itu, di bagian luar, 33 pilar berdiri kokoh, merepresentasikan jumlah zikir yang umum diamalkan umat Muslim.

Secara historis, masjid ini awalnya dibangun pada tahun 2000 untuk memenuhi kebutuhan jamaah Yasin Fadhilah sebagai tempat berkumpul. Luas bangunan saat itu masih sebagian kecil dibandingkan dengan wujudnya yang megah saat ini.

Keunikan lain yang jarang ditemukan di masjid modern adalah sistem adzan. Masjid Merah Nurbuat tidak menggunakan pengeras suara. Sebagai gantinya, terdapat lubang khusus yang dirancang untuk mengumandangkan adzan, menjaga tradisi dan keheningan spiritual.

Dengan segala keunikan arsitektur, filosofi mendalam, dan tradisi yang dipertahankan, Masjid Merah Nurbuat menjadi salah satu destinasi yang wajib dikunjungi. Baik wisatawan lokal maupun mancanegara dapat merasakan pengalaman religi dan sejarah yang berbeda di jantung Kota Cirebon.