Tekanan terhadap pelatih Igor Tudor di Tottenham Hotspur mencapai puncaknya menyusul serangkaian hasil buruk yang dialami tim. Mantan pemain Arsenal, Paul Merson, bahkan memprediksi pemecatan Tudor kemungkinan besar akan terjadi setelah laga krusial kontra Liverpool FC di Anfield.
Sejak mengambil alih kursi kepelatihan dari Thomas Frank, Tudor belum mampu membawa perubahan signifikan. Pelatih asal Kroasia itu harus menelan pil pahit setelah timnya kalah dalam empat pertandingan awal di bawah kepemimpinannya.
Rangkaian hasil negatif ini membuat posisi The Lilywhites semakin terancam di klasemen Premier League musim 2025/2026. Tottenham kini hanya terpaut satu poin dari zona degradasi, dengan sembilan pertandingan tersisa hingga akhir musim.
Situasi semakin rumit dengan catatan enam kekalahan beruntun Tottenham di berbagai kompetisi. Tantangan berat menanti saat mereka harus bertandang ke markas Liverpool FC, tim yang juga sedang mengalami penurunan performa belakangan ini.
Catatan Tottenham di Anfield juga tidak menggembirakan, dengan kemenangan terakhir diraih pada tahun 2011.
Mantan pemain Arsenal FC, Paul Merson, menilai bahwa Tottenham kemungkinan besar akan mengakhiri kerja sama dengan Tudor. Namun, menurut Merson, keputusan tersebut tidak akan diambil sebelum laga melawan Liverpool digelar.
Merson beralasan, waktu pertandingan yang terlalu dekat membuat pergantian pelatih sebelum laga tersebut menjadi langkah berisiko. Pelatih baru, lanjutnya, tidak akan memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan tim menghadapi pertandingan berat di Anfield.
Oleh karena itu, Tottenham diperkirakan akan menunggu hingga pertandingan melawan Liverpool selesai sebelum mengambil keputusan besar terkait masa depan Tudor. Langkah ini dinilai lebih realistis dari sisi persiapan tim dan memberi waktu bagi klub untuk mempertimbangkan opsi terbaik.
Di tengah ketidakpastian ini, Tottenham juga masih memiliki jadwal penting lainnya. Mereka dijadwalkan memainkan leg kedua babak 16 besar UEFA Champions League melawan Atletico Madrid, serta menghadapi Nottingham Forest di partai final piala domestik.




