Presiden FC Barcelona, Joan Laporta, membuat pengakuan mengejutkan terkait salah satu talenta muda mereka, Lamine Yamal. Laporta mengungkapkan bahwa raksasa Prancis, Paris Saint-Germain (PSG), pernah mengajukan tawaran fantastis untuk memboyong Yamal senilai 250 juta Euro, atau setara dengan sekitar Rp 4,9 triliun.
Fakta mengejutkan ini dibeberkan Laporta dalam buku terbarunya yang berjudul Aixi hem salvat el Barça (Begini Cara Kami Menyelamatkan Barca). Peluncuran buku tersebut bertepatan dengan momentum pencalonannya kembali sebagai presiden klub, menjadikannya bukan sekadar catatan politik, melainkan narasi tentang arah dan identitas Barcelona ke depan.
Dalam salah satu bagian buku tersebut, Laporta dengan tegas menyatakan bahwa menjual Lamine Yamal bukanlah sebuah pilihan bagi klub. Meskipun tawaran yang datang sangat besar, manajemen Barcelona tetap pada pendiriannya untuk menolak. “Ketika tawaran itu datang, kami menolaknya. Beberapa orang berpikir kami gila,” ujar Laporta, mengutip pernyataannya dalam buku tersebut.
Barcelona, yang dikenal sebagai kawah candradimuka bagi talenta-talenta kelas dunia, memandang Lamine Yamal bukan hanya sekadar aset finansial. Pemain muda ini diproyeksikan untuk menjadi wajah era baru klub, menegaskan komitmen mereka terhadap pengembangan pemain dari akademi.



