Polemik mengenai belum terealisasinya bantuan tenda bagi pedagang pusat kuliner di Jalan H. Abbas Desa Weru Lor, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, mendapat tanggapan dari pemerintah desa setempat. Kuwu Desa Weru Lor, Hasan Bisri, menegaskan bahwa tidak pernah ada kesepakatan resmi yang mengaitkan relokasi pedagang dengan janji pemberian tenda dari Pemerintah Kabupaten Cirebon.

Hasan Bisri menyatakan dirinya mengikuti seluruh proses relokasi pedagang kaki lima (PKL) dari Jalan Syekh Datul Kahfi menuju Jalan H. Abbas, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan. Menurutnya, tujuan utama pemindahan saat itu adalah agar para pedagang tetap dapat beraktivitas sambil menunggu rencana pengembangan Pasar Batik.

Ia membantah adanya hubungan antara kesediaan pedagang untuk pindah dengan janji penyediaan tenda. Hasan menilai, pembicaraan mengenai tenda baru muncul setelah pedagang menempati lokasi baru dan bukan merupakan bagian dari program resmi pemerintah daerah.

Lebih lanjut, Hasan menjelaskan bahwa apabila ada wacana mengenai tenda, hal tersebut merupakan keinginan pribadi Wakil Bupati agar kawasan pedagang terlihat lebih rapi. Bahkan, ia menyebutkan bahwa sebagian tenda sempat diberikan kepada pedagang di beberapa titik.

Pemerintah daerah, tambah Hasan, juga telah berupaya meramaikan kawasan tersebut melalui berbagai kegiatan hiburan pada akhir pekan. Langkah ini diambil untuk menjaga pendapatan pedagang agar tetap stabil.

Meski demikian, di lapangan, sejumlah pedagang masih meyakini adanya janji Wakil Bupati mengenai bantuan tenda yang hingga kini belum terealisasi.