Kuwu Desa Cipeujeuh Kulon, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, Lili Mashuri, mengambil langkah berani di tengah ketidakpastian pencairan Dana Desa. Ia menalangi lebih dari Rp100 juta dari dana pribadinya untuk memastikan honor lembaga desa tetap cair menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Keputusan Lili Mashuri ini menjadi sorotan, terutama mengingat kebutuhan masyarakat yang meningkat jelang Lebaran. Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk keberpihakan nyata kepada para perangkat dan lembaga desa yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan di tingkat paling bawah.

Honor Disalurkan untuk Berbagai Lembaga Desa

Honorarium tersebut disalurkan kepada berbagai unsur kelembagaan desa. Penerima meliputi perangkat desa, Rukun Tetangga (RT), Rukun Warga (RW), Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Posyandu, Perlindungan Masyarakat (Linmas), Karang Taruna, hingga Dewan Kemakmuran Masjid (DKM).

Lili Mashuri menegaskan bahwa penundaan honor bukan pilihan, apalagi menjelang momen penting seperti Lebaran. “Ini sudah jadi rutinitas setiap menjelang Lebaran. Walaupun Dana Desa belum cair, honor tetap harus dibagikan. Mereka juga punya kebutuhan,” tegas Lili Mashuri.

Ia memahami betul bahwa para pengurus lembaga desa sangat bergantung pada insentif tersebut, terutama untuk memenuhi kebutuhan keluarga mereka. Oleh karena itu, keputusan untuk menggunakan dana talangan pribadi diambil tanpa ragu.

Lili Mashuri mengaku akan mengganti dana tersebut setelah Dana Desa resmi dicairkan oleh pemerintah. “Alhamdulillah saya talangi dulu. Nanti kalau Dana Desa sudah cair, baru dikembalikan,” ujarnya.

Total anggaran yang digelontorkan mencapai lebih dari Rp100 juta. Jumlah ini tidak kecil untuk ukuran pribadi, namun dianggap sepadan dengan manfaat yang dirasakan oleh masyarakat desa secara keseluruhan.

Respon Positif dan Imbauan untuk Percepatan Pencairan Dana Desa

Respon positif pun datang dari para penerima honor. Banyak di antara mereka mengaku sangat terbantu dengan pencairan honor lebih awal, terutama dalam menghadapi lonjakan kebutuhan menjelang Lebaran.

Di sisi lain, Lili Mashuri juga menyoroti keterlambatan pencairan Dana Desa yang hingga kini masih belum terealisasi. Ia mengimbau pemerintah desa lain agar segera menyelesaikan proses administrasi, terutama pengunggahan data yang menjadi syarat pencairan.

“Bagi yang belum upload data, segera diselesaikan. Kemungkinan pencairan setelah Lebaran,” jelasnya, memberikan gambaran mengenai jadwal pencairan yang mungkin terjadi.