Aktor senior Diding Boneng saat ini tengah menjalani perawatan intensif di RS Radjak, Salemba, Jakarta Pusat, akibat penyakit asma yang dideritanya. Kondisi kesehatan Diding yang memburuk ini, menurut penuturan kedua anaknya, Senni dan Ari, diduga kuat berkaitan dengan beban pikiran terkait rumahnya yang ambruk dan belum rampung direnovasi.
Kronologi Diding Boneng Dilarikan ke Rumah Sakit
Diding Boneng diketahui dilarikan ke rumah sakit pada Rabu malam, 18 Februari 2026, setelah mengalami kambuh penyakit asma yang memicu sesak napas. Pihak keluarga menjelaskan bahwa penyakit tersebut sudah lama diderita sang aktor, namun kembali memburuk hingga memerlukan penanganan medis lebih lanjut.
Sebelumnya, Diding sempat merasakan gejala pusing, demam, dan batuk. Saat kondisi tubuhnya mulai melemah, ia meminta bantuan seorang teman untuk mengantarnya ke klinik terdekat. Saat itu, Diding tidak didampingi keluarga lantaran anak-anaknya masih bekerja.
Setelah mendapat kabar tersebut, keluarga segera menyusul ke klinik. Dokter di klinik kemudian merekomendasikan perawatan lebih lanjut di rumah sakit. Diding pun langsung dibawa ke RS Radjak dan masuk ruang IGD, sebelum akhirnya mendapatkan kamar rawat inap sekitar pukul 01.00 dini hari.
Ari, salah satu anak Diding Boneng, menceritakan awal mula kondisi ayahnya. “Awalnya dia merasa pusing, demam, dan batuk. Saat merasa drop, dia minta diantar ke klinik,” ujar Ari.
Pihak dokter telah menyatakan bahwa Diding mengalami asma. Meski demikian, pemeriksaan lebih lanjut masih terus dilakukan, dan hasil laboratorium masih ditunggu untuk mengetahui kondisi kesehatan Diding secara lebih detail. Keluarga mengaku tetap sabar menanti perkembangan kondisi sang aktor senior, dengan harapan Diding dapat segera pulih dan kembali beraktivitas.
Beban Pikiran dan Kondisi Rumah yang Belum Rampung
Faktor psikologis diduga kuat turut memengaruhi kesehatan Diding Boneng. Salah satu pemicunya adalah proses pembangunan rumahnya yang belum selesai. Rumah Diding yang sempat mengalami kerusakan parah masih dalam tahap renovasi dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk penyelesaiannya.
Kondisi ini diduga membuat Diding memikirkan keluarganya, terutama menjelang bulan Ramadan dan harapan untuk bisa berkumpul saat Idul Fitri. Senni, anak Diding Boneng, mengungkapkan kekhawatiran ayahnya.
“Sebetulnya ada faktor dari situ juga, kepikiran. Karena di bulan puasa ini kita tuh tadinya kan pengennya kumpul keluarga gitu. Karena ada kondisi seperti itu kita jadi masing-masing, mungkin dia kepikiran ke situ juga. Bapak itu pengen kita Lebaran tuh kumpul, sementara penyelesaian pengerjaan rumah tuh masih jauh banget,” ungkap Senni.
Selama proses pembangunan, Diding Boneng tinggal sementara di rumah kosong milik tetangga yang disediakan secara sukarela. Ini dilakukan sambil menunggu rumahnya selesai dibangun. Seperti diketahui, rumah Diding Boneng ambruk pada akhir 2025 lalu. Kerusakan tersebut disebabkan oleh bangunan yang sudah tua dan intensitas hujan deras yang melanda Jakarta pada saat itu.




