Pelatih Tim Nasional Indonesia, John Herdman, mengungkapkan kekagumannya terhadap atmosfer luar biasa di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) saat skuad Garuda berlaga dalam ajang FIFA Series 2026. Pengalaman tersebut menjadi salah satu momen paling berkesan bagi pelatih asal Kanada itu, terutama berkat energi yang diberikan oleh para suporter.

Herdman secara khusus menyoroti momen ketika lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan sebelum pertandingan dimulai. Ia mengaku sangat terkesan dengan cara suporter menyanyikan lagu tersebut dengan penuh semangat dan kekuatan. Menurutnya, suasana tersebut bukan sekadar tradisi pra-pertandingan, melainkan sumber energi tambahan yang signifikan bagi para pemain di lapangan.

Atmosfer di SUGBK memang dikenal sebagai salah satu yang terbaik di Asia. Ribuan suporter yang memadati stadion mampu menciptakan suasana yang hidup dan penuh tekanan bagi tim lawan. Herdman merasakan langsung bagaimana dukungan masif tersebut mampu meningkatkan motivasi para pemain Indonesia untuk tampil maksimal.

Dalam pandangannya, dukungan suporter memegang peran krusial dalam sepak bola modern. Ia menyatakan bahwa atmosfer seperti yang tersaji di GBK dapat memberikan keunggulan tersendiri bagi tim tuan rumah, baik dari sisi mental maupun dalam membangun kepercayaan diri pemain sepanjang pertandingan.

Selain memuji atmosfer, Herdman juga melihat potensi besar dalam sepak bola Indonesia. Ia menilai bahwa kombinasi antara talenta pemain dan dukungan suporter yang luar biasa dapat menjadi kekuatan utama untuk membawa tim ke level yang lebih tinggi di kancah internasional.

Lebih lanjut, Herdman berharap atmosfer positif ini dapat terus dipertahankan pada pertandingan-pertandingan berikutnya. Ia meyakini bahwa dukungan konsisten dari suporter akan sangat membantu tim dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan, termasuk di ajang internasional yang lebih kompetitif.

Bagi Herdman, pengalaman pertama merasakan langsung atmosfer GBK menjadi salah satu momen penting dalam perjalanannya bersama Timnas Indonesia. Ia tidak hanya melihatnya sebagai pertandingan biasa, tetapi juga sebagai cerminan betapa besar kecintaan masyarakat Indonesia terhadap sepak bola.