NEW YORK – Spekulasi mengenai masa depan megabintang Lionel Messi di Tim Nasional Argentina kembali mengemuka menjelang laga final Piala Dunia 2026. Pelatih La Albiceleste, Lionel Scaloni, menegaskan belum dapat memastikan apakah partai puncak melawan Spanyol di MetLife Stadium, New York, akan menjadi panggung terakhir bagi sang kapten.
Rumor pensiunnya Messi memang berembus kencang belakangan ini, mengingat usia La Pulga kini telah menginjak 39 tahun. Banyak pihak menilai hampir mustahil melihat peraih tujuh Ballon d’Or itu kembali merumput di Piala Dunia 2030 mendatang, saat usianya sudah 43 tahun.
Terlebih, Messi telah berhasil melengkapi lemari trofinya dengan gelar juara dunia. Alasan inilah yang membuat publik meyakini bahwa apa pun hasil melawan Spanyol nanti, laga tersebut akan menjadi salam perpisahan yang manis bagi Messi.
Scaloni: Jangan Tanya Saya, Tanya Messi!
Menanggapi rumor tersebut, Scaloni memilih memberikan jawaban diplomatis. Ia enggan berspekulasi dan mengembalikan seluruh keputusan ke tangan sang kapten.
“Apakah hari Minggu akan menjadi pertandingan terakhir Messi di Piala Dunia? Saya tidak tahu, siapa yang tahu?” ujar Scaloni dalam konferensi pers jelang laga final di New York, Senin (20/7/2026).
Pelatih berusia 46 tahun itu menambahkan bahwa Messi selalu punya cara untuk membuat semua orang tercengang. “Anda harus bertanya kepadanya. Dia tidak pernah berhenti membuat kami terkejut, jadi kita lihat apa yang akan terjadi nanti,” lanjutnya.
Dibanding memikirkan pensiun atau tidaknya sang kapten, Scaloni menegaskan bahwa fokus utama seluruh skuad Argentina saat ini adalah bagaimana cara menumbangkan Spanyol dan mempertahankan takhta juara dunia.
Bikin Scaloni Merinding dan Bangga
Di luar urusan rumor pensiun, Scaloni sempat membagikan cerita emosional mengenai obrolan pribadinya dengan Messi baru-baru ini. Obrolan tersebut bahkan membuat sang pelatih merasa sangat terhormat.
“Messi mengatakan kepada saya: ‘kita telah menciptakan sejarah yang luar biasa’. Tetapi sosok yang bersejarah itu sebenarnya adalah dirinya sendiri, yang mana seorang legenda. Mendengarnya mengatakan hal seperti itu membuat saya sangat bangga,” ungkap Scaloni.
Bagi Scaloni, mendapatkan pujian setinggi itu dari seorang pemain terbaik dunia adalah suntikan motivasi yang luar biasa bagi seluruh anggota tim menjelang laga krusial.




