Jelang laga final Piala Dunia 2026 antara Argentina melawan Spanyol, nama Lionel Messi kembali menjadi sorotan utama. Di usianya yang menginjak 39 tahun, banyak pandit sepak bola masih menjuluki “La Pulga” sebagai Greatest of All Time (GOAT). Perdebatan ini semakin mengemuka, sekaligus memunculkan pertanyaan besar: apakah Piala Dunia edisi ke-23 ini akan menjadi panggung terakhir bagi Messi sebelum ia memutuskan pensiun?

Performa Messi di turnamen akbar ini memang luar biasa. Ia menjadi aktor utama di balik keberhasilan Timnas Argentina melaju ke final. Berdasarkan penilaian WhoScored, Messi tercatat enam kali meraih predikat Man of the Match (MOTM) dari total tujuh pertandingan yang dilakoni “La Albiceleste” sejak fase grup. Dengan rapor 9,1, ia menjadi pemain dengan nilai tertinggi di seluruh Piala Dunia 2026.

Kontribusi Messi tidak hanya terbatas pada gelar individu. Ia total mengemas delapan gol dan empat assist, yang berarti ia berperan langsung dalam 12 dari 19 gol yang dibukukan Argentina. Ketika tidak mencetak gol, Messi kerap memberikan umpan-umpan jitu yang berbuah gol bagi rekan setimnya. Salah satu contoh krusial adalah saat Argentina menyingkirkan Inggris 2-1 di semifinal, di mana gol Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez berasal dari umpan terukur Messi dari sisi kanan lapangan.

Perdebatan GOAT: Messi vs Ronaldo

Perdebatan mengenai siapa yang pantas menyandang label GOAT memang seringkali bias. Namun, pandit sepak bola terkenal, Jamie Carragher, pernah memberikan pandangannya yang tegas dalam acara CBS Sports Golazo pada tahun 2023 lalu terkait perbandingan antara Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.

“Tidak pernah ada debat. Ronaldo tidak sedikitpun mendekati level Messi. Ronaldo adalah pencetak gol terbaik sepanjang masa, Messi adalah pemain terbaik sepanjang masa,” papar Carragher, menegaskan posisinya.

Mengapa Messi Dijuluki GOAT?

Salah satu tokoh sepak bola yang sering menyebut Lionel Messi sebagai GOAT adalah Pep Guardiola, mantan pelatih La Pulga di Barcelona. Di bawah asuhan Guardiola, Messi dan Barcelona meraih kesuksesan besar, dengan menyabet 14 dari 19 trofi yang tersedia dalam rentang empat tahun, dari 2008 hingga 2012.

Pujian Guardiola terhadap Messi, seperti dikutip dari Goal, sangatlah tinggi. “Mudah saja bagi saya menyebut dia sebagai yang terbaik sepanjang masa. GOAT? Mungkin itu sedikit kurang respek kepada Pele dan Maradona, tapi bagi saya, (Messi adalah GOAT). Sebagai pelatih, saya tidak pernah melihat seseorang seperti dia. Anda tidak dapat membayangkan dia mempertahankan konsistensi ini selama 15 hingga 20 tahun,” ujar Guardiola, menggarisbawahi keunikan dan konsistensi Messi.

Dengan performa yang masih konsisten di usia senja kariernya dan pengakuan dari para pakar, status Lionel Messi sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa semakin sulit dibantah. Kini, semua mata tertuju pada final Piala Dunia 2026, menanti apakah ia akan menutup babak kariernya di timnas dengan gelar juara, atau justru melanjutkan dominasinya di panggung internasional.