Kerusakan jalan di Perumahan Taman Kota Ciperna, Cirebon, telah berlangsung selama bertahun-tahun dan kian memprihatinkan, terutama saat musim hujan. Kondisi ini tidak hanya membahayakan pengendara, tetapi juga mengganggu aktivitas harian lebih dari 800 kepala keluarga yang tinggal di kawasan tersebut.

Sejumlah titik jalan utama di perumahan tersebut kini dipenuhi lubang dan gelombang aspal yang parah. Warga menyebut, perbaikan yang dilakukan pihak pengembang selama ini hanya bersifat parsial dan sementara, tanpa menyentuh solusi jangka panjang.

Tanggung Jawab Developer Belum Beralih

Isu pengalihan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) perumahan kepada pemerintah daerah sempat beredar. Namun, hingga Senin, 2 Maret 2026, proses administrasi pengalihan tersebut belum tercatat resmi di Pemerintah Daerah Cirebon. Dengan demikian, tanggung jawab penuh atas perbaikan infrastruktur jalan masih berada di tangan pihak developer.

Pihak pengembang perumahan diketahui tengah menghadapi ketidakstabilan keuangan. Kondisi ini disebut berdampak langsung pada pemenuhan kewajiban pembangunan fasum dan fasos, termasuk perbaikan akses jalan. Developer menyatakan masih menunggu dinas terkait untuk melakukan survei lapangan guna penanganan lebih lanjut.

Warga Berinisiatif Galang Dana

Menyikapi kondisi tersebut, Ketua RW setempat, Angga, mengungkapkan bahwa ia dan warga hanya bisa berupaya secara swadaya. “Kami hanya bisa berusaha swadaya dengan masyarakat,” ujar Angga. Bersama ketua RW lainnya dan sejumlah warga, ia tengah mengupayakan solusi konkret.

Saat ini, warga diimbau untuk berpartisipasi dalam urunan dana sebesar Rp200.000 per rumah. Dari iuran tersebut, ditargetkan terkumpul dana sebesar Rp200 juta untuk membiayai perbaikan jalan secara mandiri.