Pertarungan akbar Ultimate Fighting Championship (UFC) 330 akan tersaji pada Minggu, 16 Agustus 2026, mempertemukan juara bertahan kelas welterweight, Islam Makhachev, melawan penantang tangguh Ian Machado Garry. Duel perebutan sabuk juara ini dijadwalkan berlangsung di Xfinity Mobile Arena, Philadelphia, Pennsylvania, Amerika Serikat, dan dapat disaksikan melalui live streaming Vidio mulai pukul 08.00 WIB.
Islam Makhachev: Rekor Gemilang dan Dua Gelar Juara
Islam Ramazanovich Makhachev, petarung Mixed Martial Arts (MMA) asal Rusia berusia 34 tahun, datang dengan catatan impresif 28 kemenangan dari 29 pertandingan. Atlet kelahiran Makhachkala ini memulai debut profesionalnya pada 1 Agustus 2010 di ajang Tsumada FC 4, di mana ia berhasil mengalahkan Magomed Bekbolatov.
Makhachev mencatatkan 11 kemenangan beruntun, membangun rekor sempurna dalam 12 pertarungan awalnya. Namun, rekor tak terkalahkannya pecah di UFC 192 pada 18 September 2016, saat ia dipukul KO oleh Adriano Martins. Setelah kekalahan tersebut, Makhachev bangkit dan meraih 16 kemenangan berturut-turut.
Dalam rentetan kemenangannya, Makhachev berhasil menundukkan Alexander Volkanovski dua kali di UFC 284 dan UFC 294 di kelas lightweight. Ia juga sukses mengalahkan Dustin Poirier di UFC 302. Gelar juara kelas welterweight yang akan dipertahankannya saat ini diraih setelah mengalahkan Jack Della Maddalena di UFC 322 pada 16 November 2025. Sebelumnya, Makhachev juga pernah memegang sabuk juara kelas lightweight sejak 22 Oktober 2022, usai menaklukkan Charles Oliveira di UFC 280.
Ian Garry: “The Future” yang Bangkit dari Kekalahan Perdana
Di sisi penantang, Ian Garry, petarung asal Irlandia berusia 28 tahun, juga memiliki statistik yang sangat menjanjikan. Petarung berjuluk The Future ini mencatatkan 17 kemenangan dari 18 duel yang telah ia jalani di MMA.
Garry sempat memiliki rekor tak terkalahkan 15-0 sebelum akhirnya merasakan kekalahan perdananya dari Shavkat Rakhmonov di UFC 310 pada 8 Desember 2024. Meski demikian, Ian Garry menunjukkan mental juara dengan bangkit dan memenangkan dua pertarungan berikutnya melawan Carlos Prates dan Belal Muhammad, membuktikan kesiapannya untuk merebut sabuk juara welterweight dari Makhachev.




