Swedia berhasil menemukan sosok pembeda di momen krusial. Dalam laga semifinal play-off Piala Dunia 2026 zona UEFA, Sabtu (28/3/2026), nama Viktor Gyokeres menjelma menjadi mimpi buruk bagi Ukraina. Tiga gol tanpa ampun dari penyerang milik Arsenal itu mengantar Swedia meraih kemenangan meyakinkan 3-1 dan selangkah lebih dekat ke panggung terbesar sepak bola dunia.
Gyokeres Buka Keunggulan Cepat
Bermain di Valencia, atmosfer pertandingan sudah terasa tegang sejak awal. Namun, tekanan tersebut justru dijawab Swedia dengan cara paling sederhana: gol cepat. Baru enam menit laga berjalan, Gyokeres sudah memecah kebuntuan lewat penyelesaian jarak dekat yang dingin. Momen tersebut bukan sekadar membuka skor, tetapi juga mematahkan kepercayaan diri lawan yang datang dengan ambisi besar.
Sejak saat itu, Swedia tampil lebih lepas. Di bawah arahan Graham Potter, mereka memainkan tempo tinggi dengan pressing agresif. Ukraina sempat mencoba keluar dari tekanan, tetapi lini belakang mereka terlihat rapuh setiap kali Gyokeres menyentuh bola. Pergerakannya yang cerdas dan naluri mencetak gol yang tajam membuat pertahanan lawan terus berada dalam kondisi siaga.
Dominasi Berlanjut di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, dominasi Swedia tidak mengendur. Gyokeres kembali menunjukkan kelasnya. Dalam situasi sempit dan di bawah kawalan ketat, ia mampu melepaskan penyelesaian akurat yang menggandakan keunggulan. Gol kedua itu seperti pukulan telak yang sulit dibalas Ukraina.
Puncaknya terjadi pada menit ke-73. Setelah dijatuhkan di kotak penalti, Gyokeres maju sebagai algojo. Tanpa ragu, ia mengeksekusi penalti dengan tenang, melengkapi hattrick sekaligus mengunci kemenangan Swedia. Penampilan ini bukan hanya soal statistik, tetapi juga pernyataan bahwa ia siap menjadi wajah baru lini serang Swedia di level tertinggi.
Ukraina sempat memperkecil ketertinggalan lewat sundulan Matvii Ponomarenko di menit akhir. Namun, gol itu tak lebih dari sekadar pelipur lara. Tim asuhan Serhiy Rebrov kembali gagal di fase play-off, mengulang luka lama setelah juga tersingkir dalam perebutan tiket ke Piala Dunia sebelumnya.
Kini, satu laga terakhir menanti Swedia. Mereka akan menghadapi Polandia di Stockholm dalam duel hidup-mati. Lawan yang tidak bisa dianggap enteng, mengingat Polandia datang dengan kepercayaan diri tinggi usai menyingkirkan Albania.




