Senin, 9 Maret 2026 – Hari Perempuan Internasional (International Women’s Day/IWD) kembali diperingati pada 8 Maret 2026 di berbagai belahan dunia. Peringatan tahunan ini menjadi momentum krusial untuk menyoroti perjuangan, pencapaian, serta tantangan yang masih membayangi perempuan dalam berbagai aspek kehidupan.

Pada tahun 2026, Hari Perempuan Internasional mengusung tema sentral “Rights. Justice. Action. For All Women and Girls”. Tema ini secara tegas menekankan urgensi perlindungan hak, penegakan keadilan, serta dorongan terhadap tindakan nyata bagi seluruh perempuan dan anak perempuan di dunia.

Perjuangan Global untuk Kesetaraan Gender

Hari Perempuan Internasional telah lama menjadi simbol perjuangan global yang tak kenal lelah untuk mencapai kesetaraan gender. Peringatan ini bukan sekadar ajang perayaan atas kontribusi perempuan di berbagai bidang, melainkan juga pengingat bahwa jalan menuju kesetaraan sejati masih panjang dan penuh tantangan.

Di banyak negara, peringatan IWD diisi dengan beragam kegiatan, mulai dari diskusi publik, kampanye sosial, aksi solidaritas, hingga program-program yang bertujuan meningkatkan kesadaran akan hak-hak perempuan.

Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Hari Perempuan Internasional adalah hari di mana perempuan di seluruh dunia diakui atas pencapaian mereka, tanpa memandang latar belakang nasionalitas, etnis, bahasa, budaya, ekonomi, maupun politik. Pengakuan ini menegaskan kontribusi vital perempuan dalam pembangunan masyarakat global.

Akar Sejarah dan Pengakuan Internasional

Secara historis, Hari Perempuan Internasional berakar kuat dari gerakan buruh perempuan pada awal abad ke-20 di Amerika Utara dan Eropa. Kala itu, para pekerja perempuan gencar melakukan berbagai aksi untuk menuntut kondisi kerja yang lebih layak, hak politik, serta kesetaraan sosial yang adil.

Peringatan ini kemudian semakin dikenal luas dan akhirnya mendapatkan pengakuan resmi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1977. Tanggal 8 Maret yang kini diperingati sebagai Hari Perempuan Internasional juga memiliki kaitan erat dengan peristiwa penting dalam sejarah, yakni gerakan perempuan pada masa Revolusi Rusia tahun 1917. Aksi protes yang digelorakan perempuan pada masa itu menjadi salah satu tonggak penting dalam perjuangan hak-hak perempuan di dunia.

Ketimpangan Hak dan Seruan Aksi Nyata

Fokus utama peringatan Hari Perempuan Internasional tahun 2026 adalah mendorong tindakan nyata untuk mengatasi berbagai hambatan yang masih menghalangi terwujudnya kesetaraan gender. Data global menunjukkan fakta yang memprihatinkan: perempuan saat ini hanya memiliki sekitar 64 persen dari hak hukum yang dimiliki laki-laki.

Ketimpangan signifikan ini masih terlihat jelas dalam berbagai bidang penting kehidupan, meliputi pekerjaan, penghasilan, keamanan, keluarga, kepemilikan properti, mobilitas, kegiatan bisnis, hingga hak pensiun. Oleh karena itu, tema “Rights. Justice. Action.” menjadi seruan mendesak bagi seluruh pihak untuk bergerak bersama mewujudkan dunia yang lebih adil bagi perempuan dan anak perempuan.