Sebuah video viral di media sosial kembali memicu perbincangan mengenai posisi Indonesia dalam isu konflik Israel-Palestina. Video tersebut mengklaim bahwa Indonesia seharusnya berada di antara lebih dari 85 negara yang mengecam perluasan pemukiman Israel di Tepi Barat, alih-alih dikaitkan dengan forum internasional lain seperti ‘Board of Peace’ yang diprakarsai Donald Trump.
Namun, fakta diplomatik menunjukkan bahwa klaim tersebut tidak sesuai dengan data yang ada. Berdasarkan pernyataan bersama yang disampaikan di forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Indonesia secara eksplisit tercantum sebagai salah satu dari sekitar 85 negara yang menandatangani kecaman terhadap langkah-langkah sepihak Israel.
Indonesia Tegas Kecam Ekspansi Pemukiman
Pernyataan bersama tersebut secara tegas mengutuk perluasan kontrol dan kehadiran ilegal Israel di wilayah pendudukan Tepi Barat, termasuk melalui pendaftaran tanah. Langkah-langkah ini dinilai bertentangan dengan hukum internasional dan berpotensi menghambat solusi dua negara antara Israel dan Palestina.
Daftar negara penandatangan, yang beredar secara diplomatik dan dimuat oleh media seperti thewire.in, mengonfirmasi keikutsertaan Indonesia. Dukungan terhadap pernyataan ini datang dari berbagai kawasan, mencakup negara-negara di Asia, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
Membedakan Konteks Diplomatik
Adapun mengenai kaitan Indonesia dengan forum ‘Board of Peace’ yang disebut dalam video viral, penting untuk dipahami bahwa keikutsertaan atau pembahasan dalam forum internasional tertentu tidak secara otomatis mencerminkan perubahan sikap diplomatik suatu negara terhadap isu Palestina atau pendudukan wilayah.
Secara konsisten, Indonesia selama ini dikenal sebagai pendukung teguh perjuangan kemerdekaan Palestina dan penolak kebijakan pendudukan wilayah Palestina di berbagai forum internasional. Sikap ini sejalan dengan kebijakan luar negeri Indonesia yang berpegang pada hukum internasional dan resolusi PBB.
Dengan demikian, narasi viral di media sosial muncul akibat pencampuran dua isu diplomatik yang berbeda konteks. Posisi faktual Indonesia, berdasarkan daftar penandatangan pernyataan di PBB, jelas menunjukkan bahwa Indonesia termasuk dalam kelompok negara yang mengecam kebijakan Israel terkait pendudukan dan ekspansi di Tepi Barat.
Daftar Negara Pengecam Perluasan Pemukiman Israel
Berikut adalah beberapa negara yang menandatangani pernyataan kecaman atas perluasan pemukiman Israel di wilayah pendudukan Tepi Barat, seperti dilansir dari thewire.in:
- Afganistan
- Aljazair
- Andorra
- Australia
- Austria
- Bahrain
- Bangladesh
- Belarus
- Belgia
- Bosnia dan Herzegovina
- Brasil
- Brunei
- Burkina Faso
- Kanada
- Chad
- Chili
- Tiongkok
- Kolombia
- Kuba
- Siprus
- Korea Utara (Republik Rakyat Demokratis Korea)
- Denmark
- Djibouti
- Republik Dominika
- Mesir
- El Salvador
- Estonia
- Finlandia
- Prancis
- Jerman
- Yunani
- Guyana
- Islandia
- India
- Indonesia
- Irlandia
- Italia
- Jepang
- Yordania
- Kuwait
- Kirgizstan
- Latvia
- Lebanon
- Liberia
- Liechtenstein
- Lituania
- Luksemburg
- Malaysia
- Maladewa
- Malta
- Mali
- Mauritania
- Mauritius
- Meksiko
- Montenegro
- Maroko
- Mozambik
- Namibia
- Belanda
- Selandia Baru
- Niger
- Norwegia
- Oman
- Pakistan
- Filipina
- Polandia
- Portugal
- Qatar
- Korea Selatan (Republik Korea)
- Federasi Rusia
- San Marino
- Sao Tome dan Principe
- Arab Saudi
- Senegal
- Slovakia
- Slovenia
- Somalia
- Afrika Selatan
- Spanyol
- Sri Lanka
- Sudan
- Swedia
- Swiss
- Suriah
- Sierra Leone
- Tajikistan
- Tanzania
- Gambia
- Turki (Türkiye)
- Uganda
- Uni Emirat Arab
- Britania Raya (Inggris)
- Uruguay
- Vanuatu
- Venezuela
- Vietnam
- Yaman
- Zimbabwe




