Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Aceh menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh program pembangunan Pemerintah Aceh. Komitmen ini ditegaskan oleh Ketua DPD I Golkar Aceh, Muhammad Salim Fakhry, dalam sebuah acara buka puasa bersama dan santunan anak yatim di Ballroom Hotel The Pade, Aceh Besar, pada Minggu, 8 Maret 2026.
Salim Fakhry menyampaikan bahwa dukungan tersebut merupakan wujud sinergi Partai Golkar dengan pemerintah daerah dalam mendorong kemajuan Aceh. “Kiranya Partai Golkar bisa bersama-sama bekerja dalam pembangunan Aceh,” ujar Salim dalam sambutannya.
Ia mengakui bahwa pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) sebelumnya, Partai Golkar tidak mengusung Muzakir Manaf sebagai Gubernur Aceh. Namun, situasi politik saat ini telah berubah, dan Golkar siap berada di garda terdepan untuk mendukung program-program pemerintah daerah.
“Tadi saya juga berbincang dengan Gubernur. Memang pada Pilkada dulu Golkar tidak mendukung, tetapi hari ini Golkar di depan mendukung Gubernur Aceh,” tegas Salim Fakhry.
Dalam kesempatan yang sama, Salim Fakhry juga menyinggung perkembangan internal organisasi partai. Ia menjelaskan bahwa Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Aceh telah dilaksanakan beberapa bulan lalu, namun kepengurusan baru belum sepenuhnya terbentuk. Menurutnya, tim formatur saat ini masih berupaya menghimpun kader-kader terbaik untuk bergabung dalam kepengurusan DPD Golkar Aceh.
“Insya Allah setelah Idul Fitri kita segera melaksanakan pengukuhan kepengurusan,” ungkapnya.
Selain itu, Salim Fakhry juga meminta kepada seluruh pengurus DPD Golkar di 23 kabupaten dan kota di Aceh agar segera mempersiapkan pelaksanaan musyawarah daerah sebagai bagian dari konsolidasi organisasi partai.
Sementara itu, Ketua DPD Golkar Banda Aceh sekaligus Ketua Panitia kegiatan, Sabri Badruddin, menjelaskan bahwa acara buka puasa bersama dan santunan anak yatim merupakan agenda rutin partai yang bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar kader. Sabri menegaskan bahwa meskipun kepengurusan DPD I Golkar Aceh belum dilantik secara resmi, kegiatan partai harus tetap berjalan.
“Kegiatan-kegiatan tetap harus berjalan. Sebelumnya kami juga telah membentuk satgas penanganan bencana di Aceh,” tutur Sabri. Ia berharap kegiatan ini dapat memperkuat soliditas kader Golkar di tengah dinamika politik nasional.
Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam acara tersebut, di antaranya TM. Nurlif yang datang langsung dari Jakarta dan merupakan mantan Ketua Golkar Aceh, anggota DPR RI Fraksi Golkar asal Aceh Samsul Bahri alias Tiyong, T. Zulkarnaini, Wakil Wali Kota Banda Aceh Afdhal Khalilullah, serta sejumlah anggota DPR Aceh, kader, dan pengurus Golkar dari berbagai daerah di Aceh.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan santunan kepada 30 anak yatim, tausiah Ramadan, doa bersama, serta buka puasa bersama para tamu undangan.




