Manchester City kembali menegaskan dominasinya di kancah sepak bola Inggris setelah berhasil menumbangkan Arsenal dengan skor meyakinkan 2-0 dalam final EFL Cup (Carabao Cup) di Wembley Stadium, Senin (23/3/2026) dini hari WIB. Dua gol yang dicetak oleh Nico O’Reilly di babak kedua menjadi penentu kemenangan The Citizens.
Pertandingan final yang berlangsung di bawah sorotan lampu Wembley ini sempat berjalan alot, terutama di babak pertama. Arsenal tampil agresif sejak peluit awal dibunyikan, menciptakan beberapa peluang berbahaya melalui Bukayo Saka dan Kai Havertz. Namun, kiper muda City, James Trafford, tampil sigap di bawah mistar gawang, berhasil mementahkan setiap ancaman yang datang.
Rapatnya lini belakang Manchester City juga menjadi kunci, membuat setiap upaya The Gunners untuk mencetak gol selalu kandas. Di sisi lain, Manchester City juga bukan tanpa ancaman. Beberapa percobaan dari Erling Haaland dan Jérémy Doku sempat merepotkan pertahanan Arsenal, tetapi penyelesaian akhir yang kurang tajam membuat skor tetap imbang tanpa gol hingga jeda turun minum.
Memasuki babak kedua, tempo pertandingan meningkat signifikan. Manchester City mulai menemukan ritme permainan mereka dan berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-60. Nico O’Reilly muncul di kotak penalti untuk menyambar bola dari jarak dekat, membawa City unggul 1-0.
Hanya berselang empat menit, pemain yang sama kembali menghukum Arsenal. Kali ini, O’Reilly berhasil menggandakan keunggulan menjadi 2-0 melalui sundulan tajam yang memanfaatkan umpan terukur dari Matheus Nunes. Dua gol cepat ini praktis mengubah arah pertandingan dan membuat Arsenal semakin tertekan.
Arsenal berusaha bangkit dan menciptakan beberapa peluang emas untuk memperkecil ketertinggalan. Sundulan Gabriel Jesus sempat membentur mistar gawang, sementara tembakan keras Riccardo Calafiori juga mengenai tiang. Namun, dewi fortuna tampaknya tidak berpihak pada tim asuhan Mikel Arteta.
Di sisa waktu pertandingan, Manchester City bermain lebih tenang dan disiplin dalam mengontrol jalannya laga. Beberapa pergantian pemain yang dilakukan oleh pelatih Pep Guardiola berhasil menjaga keseimbangan tim, sekaligus meredam setiap upaya Arsenal untuk mengejar ketertinggalan. Wasit Peter Bankes meniup peluit panjang, mengakhiri pertandingan dengan skor 2-0 untuk kemenangan Manchester City.
Kemenangan ini sekali lagi menunjukkan kedalaman skuad dan mental juara Manchester City yang tak tergoyahkan. Sementara itu, Arsenal harus puas menjadi runner-up setelah gagal memaksimalkan peluang-peluang krusial di momen-momen penting pertandingan.




