Ratusan nasabah PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekaar di Kota Cirebon menyampaikan keluhan terkait pencoretan nama mereka dari daftar penerima bantuan sosial. Aspirasi ini mencuat dalam agenda reses anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, E. Herman Khaeron, yang didampingi oleh PNM Cabang Cirebon di wilayah Harjamukti, Kota Cirebon, pada Selasa, 24 Februari 2026.

Keluhan Nasabah PNM Mekaar

Dalam pertemuan yang berlangsung di aula kantor Kecamatan Harjamukti, para nasabah PNM Mekaar, yang mayoritas adalah pelaku usaha ultra mikro, mengungkapkan kekecewaan mereka. Banyak di antara mereka yang baru saja memulai atau mengembangkan usaha dengan modal dari PNM, namun kini tidak lagi menerima bantuan sosial yang sebelumnya menjadi penopang.

E. Herman Khaeron mencatat keluhan ini sebagai isu penting yang akan dibahas di tingkat pusat bersama Kementerian Sosial. “Banyak nasabah PNM yang baru mendapatkan permodalan untuk memulai usaha, sehingga seharusnya bantuan sosial masih tetap diperoleh,” ujar Herman Khaeron, menanggapi aspirasi tersebut.

Dukungan dan Data PNM

Agenda reses ini turut dihadiri oleh Anggota DPRD Jawa Barat Ratnawati, serta Anggota DPRD Kota Cirebon M. Handarujati, Novitasari, dan R. Endah, yang semuanya berasal dari Partai Demokrat. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan terhadap upaya penyerapan aspirasi masyarakat.

PNM sendiri memiliki fokus utama pada pembiayaan ultra mikro untuk membantu masyarakat mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar naik kelas. Sasono Hantarto, EVP Human Capital PNM Pusat, menyampaikan data terkini mengenai jangkauan program ini.

“Saat ini jumlah nasabah PNM Mekaar secara nasional mencapai sekitar 15,7 juta nasabah yang didominasi oleh pembiayaan sektor perdagangan 88 persen,” kata Sasono Hantarto.

Khusus di Cirebon, PNM Cabang Cirebon mengelola 7 unit PNM Mekaar dengan total nasabah lebih dari 29 ribu orang, serta penyaluran pembiayaan sekitar 82 miliar rupiah.

Komitmen PNM Cirebon

Menyikapi berbagai masukan, PNM Cabang Cirebon menegaskan komitmennya untuk terus memfokuskan pengembangan UMKM bagi masyarakat, khususnya di tingkat rumah tangga. Pendampingan akan diberikan agar mereka dapat meningkatkan taraf perekonomian, melakukan inovasi, dan mengikuti tren perkembangan zaman serta persaingan pangsa pasar.