Tim basket Dewa United Banten bersiap menghadapi ajang Basketball Champions League (BCL) Asia 2026. Namun, persiapan skuad berjuluk Anak Dewa ini diwarnai hasil kurang memuaskan di kompetisi domestik, Indonesian Basketball League (IBL) 2026.

Performa Inkonsisten di IBL 2026

Dewa United Banten, yang lolos ke BCL Asia setelah menjuarai IBL 2025, kini tengah terseok-seok di musim IBL 2026. Dari 11 pertandingan yang telah dijalani, tim asuhan pelatih Augusti Julbe ini menelan enam kekalahan.

Salah satu pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan adalah membangun chemistry antara pemain asing mereka. DJ Cooper dan Joshua Ibarra diharapkan dapat lebih menyatu dengan Troy Gillenwater. Kehilangan Jordan Adams juga disebut-sebut menjadi faktor yang membuat juara bertahan IBL ini kesulitan menemukan performa terbaiknya.

Tantangan di BCL Asia 2026

Pada BCL Asia 2026, Dewa United Banten tergabung di Grup A. Mereka akan bersaing dengan dua tim kuat lainnya, yakni Johor Southern Tigers dari Malaysia dan Hi-Tech Basketball Club asal Thailand.

Meskipun performa di IBL kurang konsisten, harapan penggemar tetap tinggi terhadap Dewa United di kancah Asia. Hal ini tidak lepas dari penampilan meyakinkan tim Indonesia lainnya, Pelita Jaya, yang sebelumnya mampu finis di peringkat ketiga BCL Asia di bawah arahan pelatih Justin Tatum dan diperkuat Andakara Prastawa Dhyaksa.

Ajang BCL Asia 2026 sendiri rencananya akan digelar di Tangerang, mulai 27 Maret mendatang. Menarik untuk dinantikan bagaimana Dewa United Banten akan menunjukkan kiprahnya di kompetisi tingkat Asia ini.