Pernyataan kontroversial dari influencer kecantikan Cut Rizki baru-baru ini menyulut perdebatan sengit di media sosial. Ia menjadi sorotan publik setelah mengeluhkan jadwal sahur di bulan Ramadan yang disebutnya mengganggu jam tidur.
Cuplikan video yang diunggah akun TikTok @yohanaabigaell pada Senin, 23 Februari 2026, menampilkan Cut Rizki secara terang-terangan mengungkapkan keresahannya. Dalam video tersebut, ia mengeluhkan jam tidurnya yang berantakan karena harus bangun untuk sahur. Cut Rizki pun berharap bisa mendapatkan waktu tidur yang lebih lama.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Cut Rizki mengaku memiliki cara sendiri. “Jadi tuh sahur menurut kita agak sedikit ganggu jam tidur kita gitu, karena kita pengen tidur lebih lama. Makanya aku tuh bingung mau bikin menu sahur, makan sahur, kemarin aku coba sahur ya Allah tidurnya kebablasan, sahur itu nggak buat semua orang. Aku lebih milih makan agak sedikit lebih banyak pas malem, terus aku tidur,” ujarnya.
Pernyataan ini sontak memicu reaksi keras dari warganet. Banyak yang menyayangkan ungkapan Cut Rizki, mengingat sahur merupakan momen penting dan hanya terjadi setahun sekali bagi umat Muslim.
Reaksi Keras Netizen
Berbagai komentar kekecewaan membanjiri kolom komentar media sosial. Netizen menyoroti sensitivitas isu tersebut, terutama di bulan suci Ramadan.
- “Gw bukan Islam, tapi suka banget ikut sahur. Seruuu”
- “Sebenarnya oke oke aja si sahur jam 1, cuman ituloh kenapa mesti ada omongan ‘ganggu jam tidur’, kesinggung banget gue”
- “ANDA SIAPA, mau Anda sahur atau tidak saya tidak peduli”
- “Lahhh, dia gak sholat subuh apa?”
- “Ini momen setahun sekali belum tentu tahun depan kita ketemu lagi di bulan suci ini mbaa”
Profil Singkat Cut Rizki
Cut Rizki, yang lahir pada tahun 1995, dikenal sebagai seorang beauty influencer sekaligus acne fighter asal Indonesia. Melalui akun Instagramnya, @crvhons, ia aktif membagikan kisah inspiratifnya dalam menghadapi masalah kulit berjerawat dan mendorong kampanye self-love. Perjuangannya melawan rasa insecure akibat jerawat kerap menjadi motivasi bagi para pengikutnya.
Insiden ini menunjukkan bagaimana pengaruh pernyataan seorang influencer dapat memicu perbincangan luas dan sensitif di media sosial, terutama ketika menyentuh isu-isu keagamaan dan sosial.




