Gugatan cerai resmi dilayangkan Wardatina Mawa terhadap suaminya, Insanul Fahmi, di pengadilan pada Rabu, 04 Maret 2026. Langkah hukum ini menjadi puncak ketegangan rumah tangga yang sebelumnya hanya beredar sebagai rumor, kini kian memanas dengan dugaan campur tangan pihak ketiga.

Insanul Fahmi secara terbuka menuding adanya pengaruh dari lingkaran terdekat sang istri yang memicu gugatan cerai tersebut. Ia menyebut inisial RFS sebagai sosok yang diduga memprovokasi Mawa untuk mengakhiri pernikahan mereka. Publik kemudian mengaitkan inisial tersebut dengan artis Fairuz A. Rafiq, yang memang dikenal dekat dengan Mawa.

“Ingat itu FRS ya jangan bicara ataupun memacu seseorang agar berpisah Itu bahaya sekali Itu bahaya sekali,” ujar Insanul Fahmi.

Menanggapi tuduhan tersebut, Fairuz A. Rafiq memberikan respons melalui unggahan di media sosial yang bernada reflektif. Ia menekankan pentingnya proses tabayyun atau klarifikasi sebelum memberikan penilaian terhadap masalah orang lain. Fairuz merasa dirinya sedang berada dalam posisi yang dizalimi oleh pernyataan sepihak tersebut.

Kedekatan antara Fairuz dan Mawa memang sudah terlihat sejak isu keretakan rumah tangga ini mencuat ke publik. Fairuz dan suaminya, Sony Septian, secara konsisten memberikan dukungan moral kepada Mawa di tengah situasi sulit. Mereka menganggap Mawa sebagai sosok yang sedang memperjuangkan keadilan dalam kehidupan rumah tangganya.

“Ketika kamu dizalimi doamu dijabah Ketika kamu bersyukur nikmatmu ditambah Mata nikmat Tuhan mana lagi yang kamu dustakan,” tulis Fairuz A. Rafiq.

Fairuz menyatakan bahwa dirinya tidak ingin berkomentar jauh mengenai pernyataan yang dilemparkan oleh pihak luar kepada media. Baginya, setiap orang memiliki hak untuk berbicara, namun ia memilih untuk fokus memberikan energi positif. Ia pun mengingatkan publik untuk tidak langsung memberikan penilaian tanpa adanya bukti yang jelas.

Di tengah proses perceraian yang sedang bergulir, Mawa terlihat menghabiskan waktu bersama keluarga Fairuz A. Rafiq baru-baru ini. Momen buka puasa bersama di kediaman Fairuz menjadi bukti nyata kedekatan hubungan personal mereka berdua, sekaligus memperkuat asumsi adanya perlindungan moral yang diberikan Fairuz kepada Mawa.

Di sisi lain, Insanul Fahmi mengaku tetap berusaha untuk mempertahankan keutuhan rumah tangganya meskipun gugatan sudah masuk. Ia telah mengajukan surat perlindungan hukum kepada pihak kepolisian terkait laporan yang dilayangkan oleh istrinya sendiri. Insanul berharap masih ada ruang mediasi yang terbuka untuk memperbaiki hubungan mereka.

Fokus utama Insanul saat ini adalah mencari jalan perdamaian demi kepentingan masa depan anak semata wayang mereka berdua. Ia menegaskan bahwa segala langkah hukum yang ia tempuh bukan karena rasa takut akan sanksi pidana, melainkan lebih mengkhawatirkan dampak kehancuran keluarga terhadap kondisi psikologis sang buah hati tercinta.

Kasus Dugaan Penipuan dengan Inara Rusli Dihentikan

Selain konflik dengan Mawa, Insanul juga sempat menghadapi persoalan hukum lainnya yang melibatkan figur publik Inara Rusli. Sebelumnya, Inara melaporkan Insanul atas dugaan penipuan yang sempat menjadi perhatian luas media massa.

Namun, perkembangan terbaru menunjukkan adanya perubahan status hukum yang signifikan dalam perkara tersebut. Pihak kepolisian di Polda Metro Jaya akhirnya mengeluarkan Surat Pemberitahuan Penghentian Penyelidikan (SP3) untuk kasus tersebut. Kuasa hukum Inara Rusli menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah dilakukan gelar perkara secara menyeluruh.

“Rekomendasi daripada gelar perkara tersebut adalah menghentikan yaitu terbitlah SP3 ya surat pemberitahuan penghentian penyelidikan,” ungkap kuasa hukum Inara Rusli.

Penghentian kasus ini disebut sebagai bentuk empati Inara Rusli terhadap situasi berat yang sedang dialami oleh Insanul Fahmi. Meskipun laporan dicabut, dinamika hubungan antara keduanya tetap menyisakan perasaan yang cukup kompleks. Inara dikabarkan merasa sedikit terabaikan karena fokus Insanul yang kini sepenuhnya beralih.

Inara Rusli mengaku merasa kecewa dan sedih karena tidak mendapatkan kepastian sikap yang jelas dari pihak Insanul Fahmi. Status hubungan mereka yang menggantung membuat Inara merasa berada di posisi yang tidak jelas secara personal. Kekecewaan ini muncul di tengah upaya gencar Insanul dalam mengejar perdamaian dengan Mawa.

Fairuz A. Rafiq Sentil Poligami

Sementara itu, Fairuz A. Rafiq memberikan pandangan mengenai prinsip pernikahan dan poligami dalam konteks ajaran agama Islam. Ia mengingatkan bahwa sunah Rasulullah tidak hanya terbatas pada praktik poligami saja bagi para laki-laki. Menurutnya, masih banyak sunah lain yang lebih prioritas untuk diamalkan tanpa harus menyakiti hati istri.

Fairuz menyayangkan adanya oknum yang menyalahgunakan ajaran agama untuk kepentingan pribadi yang akhirnya merugikan pihak perempuan. Baginya, menjaga hati pasangan adalah bagian penting dari mengamalkan ilmu agama dengan benar. Pernyataan ini dianggap sebagai sindiran halus terhadap isu yang berkembang dalam konflik rumah tangga Mawa dan Insanul.