Cirebon Power memastikan pasokan listrik ke PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) tetap aman menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, meskipun terjadi kelangkaan batu bara di awal tahun 2026. Kelangkaan ini dipicu oleh kebijakan pemerintah yang memangkas target produksi batu bara nasional.

Pemerintah diketahui telah mengurangi target produksi batu bara dari 790 juta ton menjadi 600 juta ton untuk tahun 2026. Kebijakan ini, menurut Cirebon Power, berdampak langsung pada ketersediaan batu bara dan berisiko menurunkan pasokan energi listrik ke PLN.

Wakil Direktur Cirebon Power, Joseph Pangalila, menjelaskan bahwa stok batu bara yang dimiliki perusahaan saat ini bervariasi. “stok batu bara yang dimiliki saat ini cukup untuk sepuluh hari kedepan, sedangkan sebagian stok lain kurang dari sepuluh hari,” ujar Joseph.

Joseph Pangalila juga menyoroti rendahnya harga Domestic Market Obligation (DMO) sebagai salah satu faktor penyebab berkurangnya ketersediaan batu bara. Meskipun kebijakan pengurangan target produksi berisiko membebani pelaku usaha, pemerintah beralasan langkah tersebut diambil untuk mengendalikan harga global dan memprioritaskan kebutuhan domestik.

Menyikapi kondisi ini, Cirebon Power telah meminta keberpihakan pemerintah untuk menambah pasokan batu bara kepada pembangkit listrik. Pemerintah, melalui komunikasi dengan para pemasok, diklaim sedang berupaya meningkatkan ketersediaan pasokan batu bara ke pembangkit.

Dengan langkah-langkah tersebut, Cirebon Power menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas pasokan listrik ke PLN, terutama menjelang perayaan Idul Fitri.