Inter Milan harus mengakhiri perjalanan mereka di Liga Champions 2025/2026 setelah takluk dari Bodo/Glimt. Kekalahan 1-2 pada leg kedua playoff babak 16 besar di Stadion San Siro, Rabu dini hari WIB (25/2), memastikan Nerazzurri tersingkir dengan agregat 2-5.
Sebelumnya, Inter Milan juga menelan kekalahan pada leg pertama. Pada pertandingan kedua ini, dua gol tim tamu dicetak oleh Jens Hauge dan Hakom Evjen. Sementara itu, Inter hanya mampu membalas satu gol melalui Alessandro Bastoni di 15 menit terakhir pertandingan.
Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, mengungkapkan bahwa timnya telah mengerahkan seluruh kemampuan mereka, meskipun hasil akhir tidak sesuai harapan. “Kami sudah mencoba segalanya,” ujar Chivu, dikutip dari laman resmi Inter Milan, Rabu (25/2).
Chivu menolak menyalahkan para pemain atas kegagalan ini. Ia mengaku kecewa dengan hasil yang diraih, namun tetap mengapresiasi kerja keras skuadnya sepanjang pertandingan. Juru taktik asal Rumania itu menyoroti kesulitan timnya dalam memecah kebuntuan pada babak pertama.
Ia juga memberikan pujian kepada Bodo/Glimt yang tampil sangat terorganisasi, dengan determinasi dan energi besar. “Kami menghadapi tim yang sangat terorganisasi, dengan sepuluh pemain bertahan di belakang bola, dan makin lama kami tidak mampu mencetak gol, mereka makin percaya diri. Saya tidak bisa menyalahkan para pemain, mereka sudah memberikan segalanya,” jelas Chivu.
Menurut Chivu, Inter Milan kesulitan membongkar pertahanan rapat lawan yang tampil disiplin dan efektif memanfaatkan setiap peluang. Ia menilai tim asal Norwegia tersebut memang layak melaju ke babak selanjutnya karena mampu menunjukkan konsistensi dalam dua pertemuan.
Kekalahan ini sekaligus mengakhiri ambisi Inter Milan untuk melangkah lebih jauh di kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa tersebut pada musim ini.




