Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman diamankan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam sebuah operasi tangkap tangan (OTT) pada Jumat, 13 Maret 2026. Penangkapan ini menjadi sorotan publik mengingat Syamsul baru menjabat sebagai kepala daerah untuk periode 2025–2030.

Syamsul Auliya Rachman, yang lahir pada 30 November 1985, merupakan politikus dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Ia dilantik secara resmi sebagai Bupati Cilacap pada 20 Februari 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta. Selain memimpin pemerintahan daerah, Syamsul juga aktif sebagai Ketua Dewan Tanfidz DPC PKB Kabupaten Cilacap untuk periode 2021–2026.

Perjalanan Politik dan Kemenangan Pilkada

Karier politik Syamsul Auliya Rachman mencapai puncaknya saat ia terpilih sebagai Bupati Cilacap dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Dalam kontestasi tersebut, ia berpasangan dengan Ammy Amalia Fatma Surya, seorang politikus dari Partai Golongan Karya.

Pasangan Syamsul-Ammy berhasil memenangkan Pilkada dengan perolehan 414.533 suara, yang setara dengan sekitar 43,81 persen dari total suara sah. Kemenangan ini mengantarkan Syamsul untuk memimpin Kabupaten Cilacap selama lima tahun ke depan, dari 2025 hingga 2030.

Riwayat Pendidikan

Syamsul Auliya Rachman menempuh pendidikan dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi di berbagai institusi. Pendidikan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) menjadi fondasi penting bagi kariernya di bidang pemerintahan.

  • SDN Tritih Wetan 1 (1992–1998)
  • SMP Negeri 5 Cilacap (1998–2001)
  • SMA Negeri 1 Cilacap (2001–2004)
  • Institut Pemerintahan Dalam Negeri (2004–2008)

Aktivitas Organisasi dan Karier Birokrasi

Selain berkiprah di pemerintahan, Syamsul juga aktif dalam berbagai organisasi. Ia telah menjadi anggota Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) sejak tahun 2004 dan menjabat sebagai Ketua Dewan Tanfidz DPC PKB Kabupaten Cilacap periode 2021–2026.

Sebelum menduduki kursi Bupati Cilacap, Syamsul memiliki rekam jejak panjang di birokrasi pemerintahan daerah. Pengalaman ini membentuknya menjadi salah satu tokoh politik lokal yang dikenal di Cilacap.

  • Kasi Trantibum Kecamatan Kedungreja (2012–2013)
  • Kasubag Otonomi Daerah dan Kerja Sama Bagian Tata Pemerintahan Pemkab Cilacap (2013–2016)
  • Wakil Bupati Cilacap (2017–2022)
  • Bupati Cilacap (2025–2030)

Terseret OTT KPK

Perjalanan karier Syamsul Auliya Rachman kini menghadapi tantangan serius. Pada 13 Maret 2026, ia diamankan oleh KPK bersama 27 orang lainnya dalam sebuah operasi tangkap tangan. Operasi tersebut diduga kuat berkaitan dengan penerimaan yang melibatkan pihak bupati terkait proyek-proyek di wilayah Kabupaten Cilacap. Kasus ini masih dalam pengembangan oleh pihak KPK.