Kebijakan Amerika Serikat yang memulai blokade terhadap pelabuhan Iran berpotensi mengguncang stabilitas ekonomi global. Khususnya sektor energi dan perdagangan internasional, situasi ini menyimpan risiko besar bagi perekonomian negara berkembang, termasuk Indonesia.

Pengamat ekonomi, Noviardi Ferzi, menilai bahwa konflik ini tidak bisa dilihat semata sebagai isu regional. Menurutnya, blokade tersebut memiliki efek berantai terhadap struktur ekonomi global.

Dampak Blokade Terhadap Harga Energi

“Blokade ini menyasar jalur strategis energi dunia. Ketika distribusi minyak terganggu, volatilitas harga akan meningkat dan ini berdampak langsung pada inflasi serta biaya produksi di banyak negara,” ujar Noviardi Ferzi di Jakarta, Selasa 14 April 2026.

Meskipun harga minyak dunia sempat mengalami penurunan akibat harapan dialog, Noviardi menegaskan bahwa kondisi tersebut bersifat sementara dan sangat rentan berubah. Ketidakpastian di kawasan Timur Tengah, terutama terkait jalur vital seperti Selat Hormuz, dapat memicu gejolak harga energi sewaktu-waktu.

Ancaman Inflasi dan Daya Beli Masyarakat

Lebih lanjut, Noviardi Ferzi menjelaskan bahwa dampak tidak langsung juga akan dirasakan oleh daerah-daerah di Indonesia. Kenaikan harga energi global berpotensi meningkatkan biaya logistik dan distribusi, yang pada akhirnya menekan daya beli masyarakat.

“Daerah dengan ketergantungan tinggi pada sektor distribusi dan konsumsi akan lebih rentan terhadap shock eksternal seperti ini,” katanya.

Mitigasi dan Ketahanan Ekonomi Lokal

Noviardi Ferzi juga mengingatkan pemerintah untuk memperkuat strategi mitigasi. Langkah-langkah yang perlu diambil meliputi menjaga stabilitas pasokan energi domestik hingga memperkuat ketahanan pangan.

Ia menilai bahwa momentum ini harus dimanfaatkan untuk mempercepat diversifikasi ekonomi dan mengurangi ketergantungan pada faktor eksternal. “Di tengah ketidakpastian global, kunci utama adalah memperkuat fondasi ekonomi lokal agar lebih resilien. Jika tidak, gejolak di luar negeri akan terus menjadi ancaman laten bagi stabilitas ekonomi dalam negeri,” tutupnya.