Gresik – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur bersama Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dan Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Kabupaten Gresik menyediakan layanan konseling kesehatan dan keluarga berencana (KB) gratis bagi pemudik. Layanan ini tersedia melalui Posko Sapa Pemudik di rest area KM 725-726 Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.

Posko Sapa Pemudik tersebut menawarkan beragam fasilitas, mulai dari konseling kesehatan reproduksi, konsultasi perencanaan keluarga, hingga pelayanan kontrasepsi. Selain itu, posko juga menyediakan tempat istirahat yang nyaman, deteksi kondisi kesehatan selama perjalanan, edukasi keselamatan berkendara, serta kesempatan mendapatkan merchandise menarik bagi pengunjung. Layanan gratis ini beroperasi pada tanggal 17-18 Maret 2026 untuk arus mudik dan akan kembali dibuka pada 25-26 Maret 2026 untuk arus balik.

Plt Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Sukamto, menjelaskan bahwa posko ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor. “Kami bekerja sama dengan IBI dan Dinas KBPPPA Gresik menghadirkan Posko Sapa Pemudik di Tol Sumo KM 725-726. Posko ini diperuntukkan bagi keluarga dan pasangan yang sedang mudik, dengan berbagai layanan gratis, termasuk konseling kesehatan reproduksi,” ujar Sukamto pada Rabu (18/3/2026).

Ia menambahkan, tujuan utama layanan ini adalah memastikan masyarakat tetap mendapatkan informasi dan akses layanan keluarga berencana di tengah kesibukan perjalanan mudik. “Kami ingin memanfaatkan momentum Lebaran ini untuk memperkuat program pembangunan keluarga. Keluarga yang sehat akan mendukung terwujudnya generasi emas 2045,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas KBPPPA Kabupaten Gresik, dr. Titik Ernawati, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin. Ia menekankan bahwa seluruh pemudik dapat memanfaatkan fasilitas tersebut tanpa terkecuali. “Layanan ini sangat bermanfaat bagi pemudik. Semua layanan gratis dan terbuka untuk seluruh masyarakat, tidak hanya warga Gresik,” jelas dr. Titik.