Bayer Leverkusen berhasil memecah kebuntuan saat menjamu Arsenal dalam pertandingan yang digelar di BayArena, Kamis (12/3/2026). Gol tunggal yang lahir dari skema bola mati di awal babak kedua membuat tuan rumah unggul 1-0.
Momen krusial itu terjadi hanya satu menit setelah babak kedua dimulai. Leverkusen mendapatkan sepak pojok di sisi kiri pertahanan Arsenal. Bek sayap asal Spanyol, Alejandro Grimaldo, maju sebagai eksekutor.
Grimaldo mengirim umpan melambung dengan akurasi tinggi ke tiang jauh. Bola tersebut langsung disambut gelandang Robert Andrich yang melompat tinggi tanpa kawalan ketat dari lini belakang Arsenal. Sundulan Andrich mengarah tajam ke gawang dan tidak mampu dijangkau kiper Arsenal, sehingga bola bersarang di dalam gawang.
Gol cepat di awal babak kedua tersebut sontak membuat Arsenal tersentak. Tim tamu dipaksa segera mengubah tempo permainan untuk mengejar ketertinggalan.
Dalam laga ini, Arsenal tampil dengan formasi 4-2-3-1. Viktor Gyökeres dipercaya menjadi penyerang tunggal di lini depan, didukung tiga gelandang serang di belakangnya, yakni Bukayo Saka, Eberechi Eze, dan Gabriel Martinelli yang beroperasi dari sisi sayap.
Sementara itu, Bayer Leverkusen menerapkan skema 3-4-2-1 dengan Christian Kofane sebagai ujung tombak. Ia menjadi penyerang tunggal yang ditopang dua gelandang serang di belakangnya.
Bermain di hadapan publik sendiri di BayArena, Leverkusen tampil percaya diri. Mereka mampu memanfaatkan kelengahan lini pertahanan Arsenal dalam situasi bola mati. Gol Robert Andrich menjadi pembeda sementara dalam pertandingan ini, sekaligus memberi tekanan besar bagi Arsenal yang kini harus mengejar ketertinggalan.



