Rabu, 25 Februari 2026 – Tottenham Hotspur kini berada dalam situasi genting di Liga Inggris, hanya terpaut empat poin dari zona degradasi. Dengan 11 pertandingan tersisa di Premier League, posisi klub asal London utara ini semakin tertekan. Kekalahan telak 1-4 dari rival sekota Arsenal akhir pekan lalu memperparah kondisi dan memicu kekecewaan di kalangan penggemar.

Ancaman degradasi ini membawa konsekuensi serius, terutama terkait masa depan para pemain. Sebelumnya, suporter dan pemain sempat menaruh harapan tinggi pada Thomas Frank, berharap Spurs mampu bersaing memperebutkan tiket Liga Europa dengan finis di posisi enam atau tujuh klasemen akhir.

Namun, delapan bulan setelah kedatangannya, pelatih asal Denmark itu gagal memenuhi ekspektasi dan akhirnya meninggalkan klub pada awal Februari 2026. Penggantinya, mantan pelatih Juventus Igor Tudor, juga memulai kiprahnya dengan buruk, ditandai dengan kekalahan telak dalam derby London utara.

Meski telah merekrut sejumlah pemain berkualitas seperti Xavi Simons, Randal Kolo Muani, Mathys Tel, dan Mohammed Kudus pada musim panas 2025, Tottenham Hotspur berisiko besar bermain di Championship musim depan jika performa tim tidak segera membaik.

Laporan dari The Telegraph, yang dikutip oleh Sportbible pada Selasa (24/2/2026), mengungkapkan bahwa kontrak para pemain tidak mencantumkan klausul pemotongan gaji jika terjadi degradasi. Laporan tersebut juga mencatat bahwa pemain akan kehilangan bonus kualifikasi Eropa jika klub terdegradasi, yang setidaknya dapat mengurangi beban pengeluaran klub.

Namun, mempertahankan gaji setara Liga Champions di kompetisi Championship jelas menjadi tantangan finansial yang sangat berat. Kondisi ini secara logis akan memicu penjualan besar-besaran pemain, terutama mereka dengan gaji tertinggi.

Saat ini, sembilan pemain utama, termasuk Simons, Cristian Romero, James Maddison, Conor Gallagher, Kolo Muani, Kudus, Dominic Solanke, Joao Palhinha, dan Dejan Kulusevski, menerima gaji di atas £100.000 (sekitar Rp2,26 miliar) setiap minggu, menurut data dari Capology.

Di bawah mereka, Richarlison, Micky van de Ven, Pedro Porro, dan Radu Dragusin juga memiliki gaji yang signifikan, berkisar antara £85.000 (sekitar Rp1,92 miliar) hingga £90.000 (sekitar Rp2,04 miliar) per pekan.