Nama selebgram Azizah Salsha kembali menjadi sorotan publik setelah mengunggah serangkaian foto terbarunya di Instagram pada 3 Maret 2026. Unggahan tersebut menampilkan perempuan yang akrab disapa Zize itu mengenakan bikini putih, yang sontak memicu beragam reaksi dari warganet.
Dalam foto-foto yang dibagikan, Zize tampil dengan bikini putih yang dipadukan celana dan outer transparan berwarna senada. Gaya busana tersebut menonjolkan siluet tubuhnya, memberikan kesan santai namun berani. Ia melengkapi unggahan tersebut dengan keterangan singkat berbunyi, “At ease.”
Postingan tersebut dengan cepat menarik perhatian. Hingga sehari setelah diunggah, lebih dari 99 ribu akun telah menyukai foto tersebut, menunjukkan tingginya interaksi dan perhatian publik terhadap kehidupan pribadi selebgram berusia 22 tahun itu.
Sebagian warganet memberikan pujian atas penampilan Zize. Mereka menilai kecantikannya terlihat natural dengan riasan minimalis dan memuji rasa percaya dirinya di depan kamera.
Namun, di sisi lain, kritik juga bermunculan. Sejumlah pengguna media sosial menilai gaya berpakaian Zize terlalu terbuka, terutama mengingat unggahan tersebut dibagikan saat bulan suci Ramadan. Momen ini identik dengan suasana yang lebih religius dan penuh refleksi diri.
Beberapa komentar mempertanyakan kepantasan mengunggah foto dengan busana minim di bulan puasa, bahkan ada yang menyarankan agar Zize lebih menjaga sensitivitas terhadap momen keagamaan. Perdebatan sengit pun tak terhindarkan di kolom komentar unggahan tersebut.
Fenomena pro dan kontra ini kembali memperlihatkan bagaimana media sosial kerap menjadi ruang tarik-menarik antara kebebasan berekspresi individu dan norma sosial yang berlaku. Di satu sisi, banyak yang mendukung hak individu untuk mengekspresikan diri. Namun, di sisi lain, sebagian masyarakat tetap memegang standar nilai tertentu, terutama di momen-momen keagamaan.
Sorotan terhadap Azizah Salsha bukanlah hal baru. Sejak kabar dugaan perselingkuhan hingga perceraiannya dengan pesepak bola Pratama Arhan mencuat ke publik, setiap unggahannya kerap tak lepas dari komentar tajam warganet. Kehidupan pribadinya seolah terus menjadi konsumsi publik.
Meski demikian, hingga kini Zize tampak tetap aktif membagikan aktivitasnya di media sosial. Ia tidak terlihat memberikan tanggapan langsung terhadap kritik yang muncul di kolom komentarnya. Sikap tersebut justru semakin memancing rasa penasaran publik.
Peristiwa ini kembali menegaskan bahwa menjadi figur publik di era digital berarti siap menerima pujian sekaligus hujatan. Setiap unggahan dapat memicu respons luas, terlebih ketika berkaitan dengan isu sensitif. Di tengah sorotan tersebut, perdebatan tentang batas kebebasan berekspresi di ruang digital pun kembali mencuat.




