Polemik di kalangan influencer kembali memanas setelah Clara Shinta diduga melontarkan sindiran tajam yang ditujukan kepada Tasya Farasya. Kejadian ini bermula dari pernyataan Tasya Farasya yang secara terbuka menolak tawaran kerja sama berbayar dari sebuah merek skincare dengan kampanye bertajuk “Halo Kaka”.

Pernyataan Tasya Farasya pada 27 Februari 2026 tersebut memicu kontroversi luas di media sosial. Dampak langsung dari penolakan ini adalah pengunduran diri Bunga Sartika dari posisinya sebagai host kampanye “Halo Kaka”, yang semakin memperkeruh suasana.

Alasan Penolakan dan Reaksi Clara Shinta

Tasya Farasya sebelumnya mengklarifikasi bahwa keputusannya menolak tawaran tersebut didasari oleh keinginannya untuk menjaga integritas sebagai seorang beauty influencer. Ia merasa kampanye “Halo Kaka” kurang sesuai dengan prinsip kerjanya.

Namun, tindakan Tasya ini justru memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk Clara Shinta. Clara merasa bahwa tindakan Tasya dapat berdampak buruk bagi pihak lain yang terlibat secara profesional dalam kampanye tersebut. “Dampak dari pernyataan satu orang ternyata mampu mempengaruhi kelangsungan pekerjaan orang lain dalam sebuah proyek atau kampanye kreatif yang tengah dijalankan,” demikian narasi yang berkembang.

Sindiran Menohok dari Clara Shinta

Clara Shinta kemudian mengunggah sebuah video yang diduga kuat ditujukan untuk menyindir tindakan Tasya Farasya. Dalam video tersebut, Clara menekankan pentingnya menghargai ide kreatif orang lain, meskipun mungkin tidak sesuai dengan keinginan pribadi.

“Jangan demi menjaga integritas tapi mengorbankan ide kreatif orang lain,” ujar Clara Shinta dalam videonya. Pernyataan ini secara luas dianggap sebagai sindiran langsung kepada Tasya Farasya yang dinilai terlalu blak-blakan dalam menolak sebuah kampanye.

Clara juga menambahkan bahwa setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam mencari nafkah dan menciptakan konten kreatif yang menarik bagi publik. Ia menekankan bahwa ide kreatif, sekalipun itu dianggap sebagai gimmick, merupakan hasil pemikiran seseorang yang patut diapresiasi.

“Mari kita lebih banyak untuk mengapresiasi karya orang lain, kecuali hal itu merugikan kita,” lanjut Clara. Ia memberikan perumpamaan mengenai trik sulap atau ide kreatif lainnya yang mungkin terlihat sederhana namun memiliki nilai bagi penciptanya. “Enggak semua orang bisa berpikir kreatif kayak gitu,” ungkapnya lagi.

Clara menilai bahwa tindakan menyentil suatu kampanye secara terbuka dapat memutus rantai rezeki orang-orang yang bergantung pada proyek tersebut. Hal ini menjadi diskusi hangat di kalangan milenial dan Gen Z.

Pro dan Kontra di Kalangan Netizen

Banyak netizen yang setuju dengan pendapat Clara Shinta, bahwa menghargai ide kreatif orang lain adalah bentuk penghormatan sesama profesional. Mereka beranggapan, meskipun kampanye tersebut dianggap settingan atau gimmick, bagi sebagian orang itu adalah strategi pemasaran yang sah-sah saja dilakukan.

Namun, di sisi lain, penggemar Tasya Farasya tetap membela idolanya. Mereka menganggap Tasya jujur dan transparan kepada para pengikutnya di media sosial, sebuah nilai yang mereka junjung tinggi.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi lebih lanjut dari pihak Tasya Farasya mengenai sindiran yang dilontarkan oleh Clara Shinta. Masing-masing pihak tampaknya masih teguh pada pendiriannya mengenai masalah integritas dan etika kerja di dunia influencer.