PSS Sleman akan melakoni laga tandang krusial menghadapi Persela Lamongan dalam lanjutan pekan ke-21 Pegadaian Championship 2025/2026. Pertandingan sengit ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Surajaya pada Minggu, 1 Maret 2026, pukul 20.30 WIB.
Tim berjuluk Super Elang Jawa tersebut datang dengan modal persiapan yang matang. Pelatih PSS, Ansyari Lubis, memastikan seluruh skuadnya berada dalam kondisi prima setelah menyelesaikan laga kontra Persipura Jayapura pada Sabtu, 21 Februari 2026.
Persiapan Matang Super Elang Jawa
Ansyari Lubis mengungkapkan bahwa timnya telah menjalani serangkaian persiapan intensif. “Kami tentu mempersiapkan tim dengan baik setelah pertandingan melawan Persipura. Kemarin para pemain menjalani sesi recovery, dan hari ini intensitas latihan ditingkatkan,” ujar Ansyari.
Ia juga menegaskan tidak ada kendala berarti terkait kondisi fisik pemain. “Secara keseluruhan pemain dalam kondisi sehat dan tidak ada yang cedera. Mereka siap untuk tampil di pertandingan berikutnya. Saat latihan, baik fisik maupun taktik semuanya dijalani dengan sangat baik,” tambahnya.
Misi Balas Dendam dan Strategi Putaran Ketiga
Memasuki putaran ketiga, PSS Sleman menganggap setiap pertandingan sebagai final. Hal ini menjadi lecutan semangat, mengingat dalam dua pertemuan sebelumnya musim ini, Laskar Sembada hanya mampu memetik satu hasil imbang dan satu kekalahan dari Persela.
“Sekarang sudah memasuki putaran ketiga. Bagi saya, setiap pertandingan adalah final. Laga besok kita harus bisa mengambil poin, tidak boleh lengah dan kehilangan fokus. Kami harus fight, kerja keras, dan berjuang maksimal,” tandas Ansyari.
Kedua tim diyakini sudah saling memahami karakter permainan masing-masing. “Kami sudah sama-sama tahu kekuatan masing-masing. Mereka paham taktik kami dan kami juga paham cara bermain mereka. Tim yang paling siap dan paling baik dalam menjalankan rencana permainan di lapangan, itu yang akan memenangkan pertandingan,” jelasnya.
Absennya Tocantins, Ansyari Lubis Tetap Optimistis
Dalam lawatan ke Lamongan, PSS Sleman membawa 23 pemain. Namun, mereka dipastikan kehilangan striker andalan, Gustavo Tocantins, yang harus absen lantaran akumulasi kartu kuning. Meski demikian, Ansyari Lubis (55 tahun) tetap optimistis dengan kekuatan lini serang timnya.
Ia meyakini bahwa para pemain lain di lini depan memiliki kualitas yang mumpuni untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan penyerang asal Brasil itu. “Secara komposisi ada beberapa pemain di posisi situ. Jadi kami tetap optimis kepada pemain yang akan menggantikan peran Tocantins pada pertandingan lawan Persela,” terangnya.
Saat ini, Tim Elang Jawa menduduki puncak klasemen sementara Grup Timur Pegadaian Championship dengan raihan 42 poin dari 20 pertandingan, menambah motivasi mereka untuk meraih hasil positif di kandang lawan.




