SLEMAN – Pelatih PSS Sleman, Ansyari Lubis, menegaskan timnya datang ke partai final Championship Liga 2 musim 2025/2026 tanpa sedikit pun dihantui tekanan. Menjelang laga puncak melawan Garudayaksa FC yang akan digelar Sabtu, 9 Mei 2026 malam, skuad berjuluk Super Elang Jawa memilih fokus penuh pada satu misi: menjaga keangkeran kandang di Stadion Maguwoharjo.

Meski lawan datang dengan sorotan besar, kubu PSS Sleman bertekad menegaskan dominasi di hadapan publik sendiri. Ansyari Lubis menekankan bahwa sepak bola adalah soal sportivitas. “Kami tidak memikirkan tekanan apa pun. Sepak bola itu soal sportivitas, bukan soal hal-hal di luar pertandingan,” ujar Ansyari, dikutip dari jpnn.com.

Maguwoharjo, Benteng Tak Terkalahkan PSS Sleman

PSS Sleman memiliki alasan kuat untuk tampil percaya diri. Sepanjang musim ini, mereka mencatatkan rekor belum terkalahkan di Stadion Maguwoharjo. Rekor impresif ini menjadi modal berharga yang membuat skuad asuhan Ansyari Lubis tampil penuh keyakinan di laga penentu.

Perjalanan Super Elang Jawa menuju final juga menunjukkan performa konsisten. Mereka berhasil melaju sebagai juara Grup Timur dengan perolehan 36 poin. Tiket promosi ke Super League juga telah diamankan setelah menaklukkan PSIS Semarang dengan skor telak 3-0.

Dengan dukungan penuh dari suporter dan rekor kandang yang solid, PSS Sleman siap menghadapi Garudayaksa FC. Mereka bertekad mempertahankan keangkeran Maguwoharjo dan meraih gelar juara Liga 2 2025/2026.