Nama Andhika Sudarman, pendiri SejutaCita Future Leaders (SFL), menjadi sorotan publik menyusul dugaan pelecehan dan kekerasan seksual terhadap peserta program tersebut. Tudingan ini ramai dibagikan melalui media sosial, mendorong Andhika Sudarman untuk memberikan klarifikasi resmi pada Rabu, 04 Maret 2026.
SejutaCita Future Leaders (SFL) sendiri merupakan program pengembangan yang ditujukan bagi pelajar dan mahasiswa. Program ini kini berada di tengah pusaran kontroversi setelah sejumlah pengakuan peserta beredar luas.
Andhika Sudarman Beri Klarifikasi dan Bantah Tuduhan
Melalui akun Instagram pribadinya, @andhikarsudarman_, Andhika Sudarman menyampaikan klarifikasinya. Ia mengakui bahwa isu yang beredar merupakan masalah serius yang telah memicu beragam reaksi dari berbagai pihak.
Andhika juga menyampaikan permohonan maaf kepada peserta, alumni, orang tua, serta pihak lain yang merasa tidak nyaman akibat situasi ini. Terkait gaya bicaranya, ia menyebut bahwa cara penyampaiannya kemungkinan menimbulkan salah tafsir dan ketidaknyamanan bagi sebagian orang.
Meski demikian, Andhika Sudarman dengan tegas membantah tudingan pelecehan seksual yang dialamatkan kepadanya. “Saya tidak pernah melakukan, ataupun berniat melakukan pelecehan seksual terhadap siapa pun, apalagi terhadap anak di bawah umur,” tegas Andhika dalam klarifikasinya.
Langkah Verifikasi Independen dan Pengalihan Program
Untuk menjaga objektivitas dan menghindari keributan lebih lanjut, Andhika menyatakan siap membuka ruang verifikasi independen atas seluruh tuduhan yang beredar. Ia juga mengundang institusi pihak ketiga yang independen dan kredibel untuk memeriksa keseluruhan tudingan tersebut.
Sebagai bagian dari evaluasi tata kelola, pengelolaan program SejutaCita Future Leaders (SFL) telah dialihkan kepada pimpinan lain, yakni Geraldine Abigail. Langkah ini diambil untuk memastikan program berjalan lebih aman dan profesional ke depannya.
Andhika juga membuka ruang komunikasi bagi siapa pun yang memiliki komitmen untuk melakukan pembenahan. Hingga saat ini, dugaan pelecehan seksual tersebut masih terus berkembang di media sosial, dan belum ada keterangan lebih lanjut mengenai proses hukum yang berjalan.




