Harapan Brasil untuk mengakhiri penantian panjang gelar juara dunia kembali pupus. Tim Samba harus mengubur mimpi mengangkat trofi Piala Dunia 2026 setelah tersingkir di babak 16 besar. Namun, di tengah kekecewaan mendalam, Pelatih Carlo Ancelotti justru menyebut perjalanan timnya sebagai pengalaman yang sangat indah.
Brasil Tersingkir, Ancelotti Soroti Pelajaran di Balik Kekalahan
Langkah juara dunia lima kali itu terhenti di tangan Norwegia pada pertandingan babak 16 besar yang berlangsung Senin, 06 Juli 2026. Kekalahan ini memperpanjang puasa gelar Brasil yang sudah berlangsung sejak tahun 2002.
Meski gagal memenuhi ekspektasi tinggi publik, Ancelotti tidak ingin menjadikan hasil tersebut sebagai alasan untuk meratapi keadaan. Pelatih asal Italia itu menilai setiap perjalanan selalu menghadirkan pelajaran berharga, termasuk ketika harus berakhir dengan kekalahan.
“Dalam sepak bola, hasil seperti ini memang harus diterima. Kekalahan adalah bagian dari olahraga dan saya sudah berkali-kali mengalaminya sepanjang karier,” ujar Ancelotti.
Mantan pelatih AC Milan itu menambahkan, “Dari sisi hasil tentu kami kecewa. Namun, saya tetap menganggap perjalanan bersama tim ini sebagai sesuatu yang sangat indah.”
Bagi Ancelotti, nilai terbesar selama berada di Piala Dunia bukan hanya soal hasil pertandingan. Ia menekankan pentingnya proses dan pengalaman yang didapatkan tim selama berkompetisi di ajang sepak bola terbesar dunia tersebut.




