Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag., menantang jajaran direksi baru Perumda Air Minum (PDAM) Kabupaten Cirebon untuk melakukan pembenahan signifikan. Tantangan utama meliputi peningkatan kinerja perusahaan dan penambahan jumlah pelanggan secara drastis.

Imron menilai, jumlah pelanggan PDAM Kabupaten Cirebon yang saat ini mencapai sekitar 42 ribu masih tergolong skala kecil. Ia menargetkan direksi baru mampu meningkatkan performa perusahaan dalam kurun waktu satu hingga dua tahun ke depan.

“Jumlah pelanggan PDAM 50 ribu +1 dianggapnya sedang menengah, jumlah pelanggan 42 ribu di Kabupaten Cirebon ada di posisi skala kecil, maka perlu ada pembenahan,” ujar Imron, Jumat (21/8/2026).

Peningkatan jumlah pelanggan menjadi salah satu prioritas utama yang harus diwujudkan oleh direksi terpilih. “BUMD, PDAM ditarget bisa memperbaiki performa khususnya di penambahan pelanggan paling cepat 1 tahun dan paling lama dua tahun,” tambahnya.

Namun, target ambisius ini dihadapkan pada persoalan krusial, yakni keterbatasan sumber air baku. Selama ini, PDAM Kabupaten Cirebon masih sangat bergantung pada pasokan air dari Kabupaten Kuningan serta sumber air lain yang rentan terpengaruh saat musim kemarau.

Kondisi ini memerlukan perhatian serius agar penambahan pelanggan tidak terhambat oleh minimnya pasokan air. Imron bahkan mendorong adanya inovasi dalam mencari sumber air alternatif, termasuk potensi pengolahan air laut.

“Sumber air selalu mengandalkan dari Kuningan, ini tentu tantangan, bagaimana bisa mendapatkan sumber mata air baru, opsinya banyak, bahkan jika memungkinkan bagaimana bisa mengolah air laut menjadi air siap konsumsi atau air minum,” kata Imron.

Potensi pengolahan air laut ini, menurut Imron, perlu dikaji secara serius oleh manajemen PDAM di masa mendatang. Pengembangan sumber air baku harus sejalan dengan peningkatan jumlah pelanggan agar tidak menimbulkan kendala pasokan.

Selain persoalan sumber air, Imron juga menekankan pentingnya pengelolaan BUMD secara profesional. Direksi dan jajaran pengelola harus memiliki kemampuan serta sumber daya manusia yang mumpuni untuk berinovasi.

“Perlu dicatat, kerjanya harus profesional, inovasi SDM-nya harus mumpuni,” tegas Imron.